Prodia Mau Stock Split Rasio 1:5, Harga Saham Jadi Rp 20

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Jumat, 16/10/2026 08:35 WIB
Foto: Prodia

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten dibidang penyedia jasa layanan kesehatan, PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) berencana melakukan pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:5 terhadap saham biasa.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah saham Prodia nantinya akam naik dari 937.500.000 lembar menjadi 4.687.500.000 lembar. Seiring dengan itu, nilai nominal per saham turun dari Rp100 menjadi Rp20. Saat ini, perseroan hanya memiliki satu seri saham dengan nilai nominal Rp100 per saham, dan setiap saham memberikan satu hak suara.

Perseroan menegaskan bahwa pelaksanaan aksi korporasi ini tidak akan mengubah struktur modal dasar, modal ditempatkan, maupun modal disetor. Nilai dan hak kepemilikan saham para pemegang saham juga tidak berubah, karena jumlah dan harga saham disesuaikan secara proporsional mengikuti rasio pemecahan.

Untuk memuluskan rencana ini, manajemen akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang direncanakan berlangsung pada Senin, 23 November 2026.


Di sisi lain, Prodia saat ini tengah menjalankan pembelian kembali saham (buyback). Disebutkan bahwa upaya tersebut disebabkan oleh kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Program yang diumumkan dalam keterbukaan informasi 19 Agustus 2026 ini berlangsung pada 20 Agustus hingga 19 November 2026, atau berakhir sebelum RUPS-LB.

Perseroan memastikan jumlah saham yang dibeli kembali tidak melebihi 20% dari modal disetor dan tetap memperhatikan jumlah saham beredar (free float) sesuai peraturan yang berlaku.



(rob/rob)
Saksikan video di bawah ini:

FTSE Russell, Pertahankan Pasar Modal RI di Secondary Emerging Market