MARKET DATA

100% Kebun Sawit di Kalteng, MKTR Klaim Operasi Tetap Normal

Redaksi,  CNBC Indonesia
15 October 2026 18:05
Pekerja tengah memperbaiki saluran pembuangan limbah cair dari Pabrik Kelapa Sawit milik PT Menthobi Makmur Lestari di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.
Foto: MKTR
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR) menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah belum mengganggu operasional perseroan. Padahal seluruh kebun sawit emiten milik grup Maktour ini berada di provinsi tersebut.

Penegasan ini disampaikan dalam jawaban atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Melalui entitas anak, MKTR menjalankan perkebunan kelapa sawit yang seluruhnya berlokasi di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Operasional di wilayah itu dikelola antara lain oleh PT Menthobi Makmur Lestari dan PT Khatulistiwa Sinergi Omnidaya. Kegiatannya mencakup perkebunan kelapa sawit dan pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi produk kelapa sawit.

"Wilayah operasional di Kabupaten Lamandau merupakan kegiatan usaha utama Perseroan dan seluruhnya berkontribusi terhadap produksi tandan buah segar serta produk hasil pengolahan kelapa sawit Perseroan," tulis manajemen.

Target Produksi Tak Berubah

Manajemen menyatakan, hingga surat penjelasan disampaikan, karhutla di sekitar wilayah operasional tidak menyebabkan penghentian kegiatan secara material. Kejadian itu juga tidak mengubah target produksi perseroan tahun 2026.

MKTR juga belum mengidentifikasi dampak material terhadap pendapatan, laba, maupun nilai aset. Selain itu, tidak terdapat unplanned shutdown di lokasi operasional yang disebabkan oleh karhutla.

"Kegiatan operasional tetap berjalan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, kondisi lingkungan, serta hasil pemantauan dan evaluasi risiko di lapangan," tulis manajemen.

Perseroan menyatakan tidak sedang menghadapi proses hukum maupun sanksi administratif yang bersifat material terkait karhutla. Ini mencakup penyegelan lahan, penyelidikan, gugatan, maupun pencabutan izin. MKTR juga menyebut tidak ada informasi atau fakta material lain terkait karhutla yang belum diungkapkan kepada publik.

Bangun Sekat Bakar hingga Grup WhatsApp

Meski mengklaim tidak terdampak langsung, MKTR mengaku tetap memberikan bantuan secara intensif untuk mencegah api meluas di sekitar wilayah operasionalnya.

Dalam jangka pendek, langkah perseroan melalui entitas anak antara lain:

  • membentuk badan internal khusus penanganan karhutla yang bekerja sama dengan pemerintah daerah;
  • menyiapkan personel serta sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran;
  • membuat boundary atau sekat bakar menggunakan alat berat;
  • melakukan pemadaman darat bersama BPBD Kabupaten Lamandau, TNI, Polri, pemadam kebakaran, dan masyarakat.

Untuk jangka panjang, MKTR akan:

  • melakukan koordinasi dan edukasi kepada masyarakat sekitar;
  • menyediakan saluran pelaporan dini melalui call center dan grup WhatsApp;
  • menggelar patroli serta pemantauan titik panas secara intensif;
  • melindungi kesehatan karyawan dan masyarakat sekitar.

Sebagai informasi, MKTR merupakan emiten sawit yang dikendalikan Fuad Hasan Masyhur, pendiri biro perjalanan haji dan umrah Maktour. Perseroan melantai di BEI pada November 2022 melalui penawaran umum perdana saham (IPO) dengan rentang harga Rp100-150 per saham dan target dana hingga Rp375 miliar.

Kalteng Jadi Titik Terparah

Penjelasan MKTR muncul ketika Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan lahan terbakar terluas di Indonesia.

Sebagaimana diberitakan CNBC Indonesia, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas, Senin (12/10/2026), bahwa 639,23 hektare lahan masih terbakar di enam provinsi.

Kalimantan Tengah menyumbang porsi terbesar, yakni 10,89 hektare lahan gambut dan 513,89 hektare lahan mineral di Taman Nasional Tanjung Puting. Suharyanto juga menyebut helikopter water bombing hampir sepekan tidak bisa terbang akibat jarak pandang yang terganggu asap. Akibatnya, pemadaman lebih banyak bertumpu pada personel darat.

Usai rapat, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman menyatakan pemerintah belum berencana menetapkan karhutla sebagai bencana nasional. "Masih mampu kita mengatasi," ujarnya.

Pemerintah mengklaim keberhasilan pemadaman pada lahan yang baru terbakar mencapai lebih dari 80% setiap hari, dengan pengerahan lebih dari 60.177 personel gabungan. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran juga menilai karhutla di wilayahnya belum perlu ditetapkan sebagai bencana nasional.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ada Kebakaran Hutan, Emiten Haji Isam (PGUN) Tetap Beroperasi


Most Popular
Features