IHSG Tinggalkan Level 6.000, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

, CNBC Indonesia
Rabu, 14/10/2026 08:46 WIB
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,17% ke level 5.925,98 pada perdagangan Selasa (13/10). Saham EMAS menguat 2,20%, BREN naik 1,67%, dan AMMN bertambah 0,93% menjadi saham dengan pergerakan positif terbesar. Sebaliknya, DCII turun 3,12%, VKTR terkoreksi 10,24%, dan BBRI melemah 0,96%.

Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp5,89 miliar di pasar reguler dan Rp561,60 miliar di seluruh pasar. Dari 11 sektor, tiga sektor berakhir di zona merah. Sektor Technology mencatat pelemahan terdalam sebesar 0,95%, sementara sektor Property menjadi sektor dengan penguatan terbesar, yakni 1,83%.

Di pasar Amerika Serikat, Dow Jones turun 0,35% ke level 51.670, S&P 500 bergerak relatif datar dengan pelemahan 0,02% ke level 7.805, sedangkan Nasdaq terkoreksi 0,15% ke level 27.204. 


Pergerakan IHSG mencerminkan adanya aktivitas pembelian pada sejumlah saham yang sebelumnya mengalami koreksi cukup dalam, di tengah net foreign inflow selama dua hari berturut-turut di pasar reguler yang masih terbatas. Sementara itu, ETF EIDO menguat 0,34%, sedangkan MSCI Indonesia turun 0,55%.

Sementara itu dari sisi emiten, ada PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) yang membukukan pendapatan sebesar Rp4,33 triliun pada semester I-2026, naik 6,73% secara tahunan dibandingkan Rp4,06 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih perseroan juga meningkat 8,83% YoY menjadi Rp137,95 miliar dari Rp126,75 miliar. Kinerja tersebut didukung perbaikan margin, dengan laba kotor meningkat 24,26% YoY menjadi Rp301,27 miliar. Gross profit margin pun naik menjadi 6,96% dari sebelumnya 5,98%.

Pertumbuhan pendapatan berlangsung di tengah penurunan kontribusi segmen batu bara. Pendapatan dari segmen tersebut turun 5,12% YoY menjadi Rp3,17 triliun, dengan kontribusinya terhadap total pendapatan menyusut menjadi 73,20% dari 82,30%.

Penurunan tersebut dikompensasi oleh diversifikasi bisnis. Pendapatan dari segmen pasir dan kapur melonjak menjadi Rp495,17 miliar dari Rp1,90 miliar, sementara segmen kokas minyak bumi mulai memberikan kontribusi sebesar Rp379,61 miliar.

Di sisi lain, pendapatan segmen nikel turun 52,04% YoY menjadi Rp284,29 miliar. Pendapatan dari segmen kelapa sawit juga turun 98,77% YoY menjadi Rp1,50 miliar.

Dari sisi neraca, total aset SGER meningkat 6,51% secara year-to-date menjadi Rp6,01 triliun. Ekuitas perseroan juga naik 9,10% YtD menjadi Rp2,58 triliun.

Selanjutnya, PT Soechi Lines Tbk (SOCI) menambah dua unit kapal tanker pada kuartal III-2026. Penambahan armada tersebut terdiri dari kapal pengangkut gas Very Large Gas Carrier (VLGC) berkapasitas sekitar 54.000 DWT dan kapal tanker produk minyak berkapasitas sekitar 3.500 DWT yang ditujukan untuk pasar domestik.

Ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas sekaligus memperkuat komposisi armada, khususnya pada segmen pengangkutan gas dan produk minyak. Armada SOCI saat ini mencakup kapal pengangkut LNG serta sejumlah jenis kapal tanker minyak, seperti Medium Range, General Purpose, dan Small Range.

Penambahan kapal tersebut sejalan dengan fokus SOCI pada pengangkutan kargo cair untuk mendukung kebutuhan industri minyak dan gas. Dari sisi kinerja, pendapatan neto perseroan pada semester I-2026 tercatat sebesar US$78,70 juta, tumbuh 3,30% YoY.

Pertumbuhan tersebut ditopang segmen pelayaran yang meningkat 12,40% YoY. Pendapatan time charter naik 2,10%, sementara pendapatan spot charter melonjak 126,90%.

Adapun PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) tengah menetapkan dividen tunai interim sebesar Rp15 per saham yang berasal dari laba periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. Total dividen interim yang akan dibagikan mencapai Rp30,75 miliar.

Pada semester I-2026, CSRA membukukan laba bersih sebesar Rp131,64 miliar, turun 7,33% YoY dari Rp142,05 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, dividen interim tersebut setara dengan dividend payout ratio sebesar 23,36% terhadap laba bersih semester I-2026.

Pada perdagangan Selasa (13/10), saham CSRA ditutup di level Rp720 per saham. Berdasarkan harga tersebut, dividen interim Rp15 per saham mencerminkan dividend yield sebesar 2,08%.

Cum date dividen untuk pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 22 Oktober 2026, sedangkan pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 13 November 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 


(ayh/ayh)