MARKET DATA

Breaking! IHSG Anjlok 1%

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
13 October 2026 09:28
Ilustrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada awal perdagangan Selasa pagi (13/10/2026). Pada pukul 09.24 WIB, IHSG berada di level 5.858,52, turun 77,62 poin atau 1,31% dari penutupan perdagangan kemarin di 5.936,15. Pelemahan ini lebih dalam sejak pukul 09.23 WIB, ketika indeks berada di 5.871,03 yang turun 1,10%.

IHSG dibuka di level 5.914,98, melemah 0,36%. Setelah pembukaan, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 5.918,29, tetapi kenaikan itu tidak bertahan lama. Pada sekitar pukul 09.00 WIB, indeks sudah turun ke area 5.890. Indeks sempat memantul ke kisaran 5.913 pada sekitar pukul 09.03 WIB, lalu kembali bergerak turun.

Tekanan jual menguat menjelang pukul 09.10 WIB, ketika IHSG berada di kisaran 5.873. Indeks kemudian menyentuh titik terendah harian di 5.848,50 pada sekitar pukul 09.12 WIB, dengan selisih sekitar 70 poin dari level tertinggi. Dari titik itu, IHSG sempat memantul dan bergerak terbatas di kisaran 5.870-5.880. Namun, menjelang pukul 09.24 WIB, indeks kembali tertekan ke area 5.850 sebelum naik tipis ke sekitar 5.859.

Dari sisi aktivitas, volume transaksi tercatat 114,94 juta lot dengan nilai Rp2,36 triliun pada pukul 09.24 WIB. Angka ini melonjak dibanding pukul 09.00 WIB, ketika volume baru 12,78 juta lot dengan nilai Rp264,6 miliar.



Setelah babak belur pada perdagangan kemarin, pasar keuangan Indonesia kemungkinan masih dihadapkan pada banyaknya tekanan hari ini.

Gonjang-ganjing mengenai MSCI, memanasnya perang hingga pertemuan Dana Moneter Internasional (IMG) akan menjadi penggerak pasar hari ini:

Berikut beberapa sentimen pasar hari ini:

1. Perkembangan Perang: Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal dan Drone

Arab Saudi kembali menghadapi serangan rudal dan drone dari kelompok Houthi Yaman pada Senin (12/10/2026). Bandara Internasional Riyadh masih ditutup setelah serangan rudal pada Sabtu menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang.

Koalisi pimpinan Arab Saudi melaporkan ancaman serangan baru di tengah eskalasi konflik yang meluas dari perang Amerika Serikat (AS)-Iran. Houthi juga terus menargetkan fasilitas minyak dan infrastruktur Saudi, memicu kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi global.

Arab Saudi kembali terlibat dalam konflik Yaman untuk menekan Houthi di sekitar Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis bagi perdagangan minyak. Namun, pasukan yang didukung Riyadh masih menghadapi perlawanan di sejumlah front.

Di tengah konflik, Iran menawarkan diri menjadi mediator antara Houthi dan Arab Saudi. Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) menyerukan penguatan kerja sama keamanan dan pertahanan negara-negara Teluk.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan Washington mempertimbangkan bergabung dengan Arab Saudi untuk menyerang Houthi. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda AS melancarkan operasi militer.

2. Harga Minyak Naik, Indeks Dolar Melonjak

Harga minyak dunia naik hampir US$2 per barel pada perdagangan Senin (12/10/2026). Serangan terhadap Arab Saudi memicu kekhawatiran gangguan pasokan, mengalahkan sentimen tambahan pasokan minyak setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan peningkatan ekspor diesel Rusia dan gencatan senjata Rusia-Ukraina untuk serangan terhadap infrastruktur energi.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup naik US$1,93 atau 1,8% ke level US$106,65 per barel, tertinggi sejak 15 September. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$1,89 atau 2% menjadi US$93,74 per barel.

3. Isu MSCI

Analis Phintraco Sekuritas Desy Erawati menilai, sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih membayangi pergerakan IHSG. Pasar mencermati risiko penurunan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market, serta prospek pencabutan pembekuan sejumlah perubahan indeks MSCI yang diproyeksikan pada semester II-2027.

"Isu-isu di market masih berkaitan dengan MSCI," ujar Desy kepada CNBC Indonesia, Senin (12/10/2026).

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Dibuka Melemah 0,36% ke Level 5.914


Most Popular
Features