Transparansi Kepemilikan, BEI Pantau Kapitaliasi Di Atas Rp 5 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kembali memperkuat reformasi transparansi pasar modal Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas dan efektivitas transparansi pasar, memperkuat perlindungan investor, serta memperbaiki kualitas informasi sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.
Sektertaris Perusahaan BEI Aulia Noviana Utami Putri mengatakan, penguatan tersebut dilakukan melalui pengayaan data kepemilikan saham dengan informasi yang lebih terperinci, serta perluasan cakupan metodologi Kepemilikan Saham Konsentrasi Tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).
Disebutkan bahwa sisi data kepemilikan saham, BEI dan KSEI kini melengkapi data berdasarkan 39 klasifikasi dan tipe investor dengan tambahan informasi berupa kepemilikan lokal dan asing. Tambahan ini memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai struktur kepemilikan saham perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia.
"Informasi kepemilikan saham tersebut telah didistribusikan secara konsisten oleh BEI dan KSEI setiap tanggal 2 pada bulan berikutnya melalui website BEI," tulis BEI dalam keterangannya, dikutip Senin (12/10/2026).
Selain itu, kedua regulator pasar modal juga menyempurnakan metodologi HSC dengan memperluas cakupan saham yang menjadi objek reviu.
Sebelumnya, metodologi HSC menggunakan price impact ratio untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun. Melalui penyempurnaan ini, cakupan pengkajian diperluas hingga saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp5 triliun.
Dengan perluasan tersebut, pemantauan terhadap konsentrasi kepemilikan dapat dilakukan pada populasi saham yang lebih luas, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kepemilikan saham di pasar modal Indonesia.
BEI dan KSEI menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penyempurnaan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas dan keandalan data pasar. Upaya ini mengacu pada praktik terbaik global serta mempertimbangkan masukan dari investor dan penyedia indeks global.
Menurutnya, ketersediaan informasi yang semakin lengkap dan terperinci diharapkan dapat menjadi referensi yang lebih akurat bagi investor dalam mengambil keputusan investasi, sekaligus memperkuat kepercayaan, integritas, dan kredibilitas pasar modal Indonesia.
Masyarakat dapat mengakses data kepemilikan saham berdasarkan klasifikasi dan tipe investor, termasuk pemilahan lokal dan asing, serta informasi HSC melalui situs web BEI (www.idx.co.id).
Data kepemilikan saham perusahaan tercatat berdasarkan klasifikasi investor tersedia pada menu Perusahaan Tercatat > Data Kepemilikan Saham, sedangkan informasi High Shareholding Concentration dapat dilihat pada menu Perusahaan Tercatat > Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi.