9 Calon Emiten Siap IPO, 2 Perusahaan Beraset Jumbo
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, hingga 9 October 2026 tercatat ada 9 perusahaan yang berencana akan melantai di pasar modal dengan melakukan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Masih ada 9 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," kata Direktur Penilaian BEI Saidu Solihin, dikutip Senin (12/10/2026).
Sementara hingga saat ini 7 perusahaan yang tercatat di BEI dengan dana dihimpun Rp 2,16 triliun.
Adapun klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline antara lain, sebanyak 2 Perusahaan beraset skala kecil atau di bawah Rp50 miliar, 4 perusahaan aset skala menengah beraset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, dan 3 perusahaan aset skala besar atau di atas Rp250 miliar.
Berdasarkan rincian sektornya antara lain, 1 perusahaan dari sektor material dasar, 2 perusahaan dari sektor energi, 1 perusahaan dari sektor keuangan, 4 perusahaan dari sektor kesehatan, dan 1 perusahaan dari sektor industri.
Sebagai informasi, minat perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2026 terlihat menurun. Hingga akhir Agustus 2026, baru tujuh perusahaan yang mencatatkan saham dengan total dana dihimpun sekitar Rp2,16 triliun, jauh di bawah periode yang sama tahun lalu.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan penurunan jumlah calon emiten dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya kondisi global.
"Penurunan calon perusahaan untuk melakukan IPO dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain dinamika kondisi pasar global, termasuk meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi timing perusahaan untuk melaksanakan penawaran umum," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (4/10/2026).
(rob/rob)