Video: Bunga The Fed Berpeluang Naik di Akhir 2026, Apa Efeknya ke RI?
Jakarta, CNBC Indonesia- Perkembangan geopolitik dan ekonomi global hingga arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS, The Fed masih menjadi sentiment yang diperhatikan para pelaku pasar keuangan.
Menilik Perkembangan data ekonomi AS baik inflasi maupun data ketenagakerjaan AS, pasar disebut Investment Director Sucor Asset Management, Dimas Yusuf memproyeksi The Fed masih memiliki peluang untuk Kembali menaikkan suku Bunga Fed Funds Rate (FFR) hingga 25 Bps sampai akhir tahun 2026.
Selain itu kenaikan yield US Treasury turut menarik aliran dana asing ke AS sehingga kian memperketat pasar obligasi global. Era suku bunga tinggi ini tentu saja akan mempengaruhi pasar keuangan RI termasuk nilai tukar Rupiah hingga pasar saham dan obligasi.
Seperti apa sentiment pasar keuangan AS dan gejolak global berdampak ke RI? Selengkapnya simak ulasan Crysania Suhartanto dengan Investment Director Sucor Asset Management, Dimas Yusuf dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Jum'at, 09/10/2026)