BEI-KSEI Umumkan 99,95% Saham BSWD Dikuasai Segelintir Investor

Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 08/10/2026 14:50 WIB
Foto: Ist/carakomplain.com

Jakarta, CNBC Indonesia - Radar Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menyala untuk saham PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD). Setelah digembok sejak awal pekan, saham bank tersebut kini masuk dalam daftar saham dengan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).

Hal itu tertuang dalam pengumuman bersama BEI dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bernomor Peng-HSC-00065/BEI.WAS/10-2026 dan Peng-0006/PWS/KSEI/1026 tertanggal 6 Oktober 2026.


Berdasarkan metodologi penentuan HSC atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per 2 Oktober 2026, saham BSWD dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 99,95% dari total saham perseroan.

Artinya, hanya sekitar 0,05% saham BSWD yang tersebar di tangan pemegang saham di luar kelompok tersebut.

Meski demikian, BEI dan KSEI menegaskan pengumuman ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal.

"Demikian kami sampaikan untuk menjadi perhatian," tulis BEI dan KSEI dalam pengumuman yang diteken Direktur BEI Yulianto Aji Sadono dan Direktur KSEI Eqy Essiqy.

Digembok Sejak 5 Oktober

Masuknya BSWD dalam daftar HSC menambah panjang daftar sorotan Bursa terhadap saham bank ini. Sebelumnya, BEI telah menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham BSWD mulai sesi pra-pembukaan Senin (5/10/2026), dan hingga kini suspensi tersebut belum dicabut.

Suspensi diumumkan melalui Pengumuman Nomor Peng-SPT-00200/BEI.WAS/10-2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Bursa menyebut langkah itu diambil karena terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham BSWD, sekaligus sebagai bentuk perlindungan bagi investor. Penghentian perdagangan berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai hingga ada pengumuman Bursa lebih lanjut.

Sebelum digembok, harga saham BSWD terakhir berada di level Rp3.600 per saham. Kala disuspensi, saham ini tercatat melonjak 25% dalam sepekan, 140% dalam sebulan, dan 165% dalam tiga bulan terakhir.

Bahkan sebelum suspensi, BSWD sudah lebih dulu masuk radar Bursa. Pada 1 Oktober 2026, BEI menetapkan saham BSWD masuk dalam daftar Unusual Market Activity (UMA) karena pergerakan harganya yang di luar kebiasaan.


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bos Sekuritas Soal Rebalancing MSCI - Prospek IPO Saham 2026