Investor Berebut Sukuk Negara, Pemerintah RI Dapat Dana Segar Rp10 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia telah melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk pada tanggal 6 Oktober 2026. Dalam lelang itu, total penawaran yang masuk mencapai Rp 32,61 triliun.
"Total penawaran yang masuk sebesar Rp32,61 triliun," dikutip dari pengumuman hasil lelang Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Rabu (7/10/2026).
Total penawaran yang masuk untuk masing-masing seri, yaitu seri tenor pendek seperti SPNS23112026 (reopening) Rp 6,16 triliun, SPNS12042027 (reopening) Rp 6,02 triliun, dan SPNS07062027 (reopening) Rp 5 triliun.
Untuk tenor menengah panjang, yakni PBS030 (reopening) Rp 2,62 triliun, PBS040 (reopening) Rp3,90 triliun, PBSG002 (reopening) Rp 4,12 triliun, PBS034 (reopening) Rp 2,42 triliun dan PBS038 (reopening) Rp 2,34 triliun.
Dari total penawaran yang masuk itu, pemerintah hanya memenangkan Rp 10 triliun hasil lelang sesuai dengan target indikatif, meskipun masih ada ruang target maksimal sebesar 200% dari target indikatif.
"Menteri Keuangan menetapkan total nominal yang dimenangkan dari kedelapan seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp10 triliun," sebagaimana termuat dalam pengumuman DJPPR.
Adapun untuk masing-masing yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebagai berikut:
SPNS23112026 sebesar 6,38000%
SPNS12042027 sebesar 6,45000%
SPNS07062027 sebesar 6,50000%
PBS030 sebesar 6,80780%
PBS040 sebesar 7,03680%
PBSG002 sebesar 7,07959%
PBS034 sebesar 7,20929%
PBS038 sebesar 7,21525%
(arj/arj)