Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

teti purwanti, CNBC Indonesia
Senin, 05/10/2026 17:20 WIB
Foto: Pekerja merapihkan mobil eks-taksi yang akan dijual di showroom mobil Bluebird di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Kamis (9/12/2021). Mobil bekas armada taksi merupakan alternatif menarik bagi Anda yang berminat untuk mendapatkan kendaraan dengan harga lebih terjangkau. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh terbatas 1,68% yoy menjadi Rp514,08 triliun per Agustus 2026. Pertumbuhan terutama didukung pembiayaan modal kerja yang naik 5,4% yoy.

Agusman menyampaikan hal itu dalam konferensi pers RDK OJK secara daring, Senin (5/10/2026).

Ia menjelaskan, kinerja industri hingga akhir 2026 diproyeksi tetap positif di kisaran 2,4%, meski pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor dan investasi melambat. Profil risiko terjaga, dengan NPF gross 3,04%, NPF net 0,83%, dan gearing ratio 2,04 kali.


Di segmen lain, modal ventura tumbuh 1,05% yoy dengan nilai pembiayaan Rp16,50 triliun. Lembaga keuangan mikro (LKM) justru terkontraksi 0,33% yoy menjadi Rp1,05 triliun, sementara simpanan tumbuh 7,7% yoy menjadi Rp0,63 triliun.

Pindar Masih Tumbuh

Industri pinjaman daring (pindar) terus melaju, namun risiko kredit macetnya juga ikut mengalami kenaikan tinggi. OJK mencatat outstanding pembiayaan pindar tumbuh 22,07% yoy menjadi Rp106,94 triliun, dengan tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) di posisi 4,73%.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti kredit macet yang didominasi oleh anak muda. Tercatat, hingga semester I tahun ini kredit macet di industri pinjaman daring (pindar) oleh anak muda cukup tinggi, yaitu hampir menyentuh separuh dari total outstanding bermasalah.

Agusman mengatakan, kredit bermasalah pada industri pindar pada paruh tahun ini didominasi oleh masyarakat usia produktif dengan gender tertinggi adalah laki-laki.

"Pembiayaan bermasalah industri Pindar pada Juli 2026 didominasi oleh kelompok usia 19-34 tahun alias Gen Z dengan porsi 48,22% dari total outstanding bermasalah. Dari sisi gender, laki-laki mendominasi porsi outstanding bermasalah dengan porsi 54,22%," ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (15/9/2026).


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

OJK Wajibkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Miliki Modal Rp1 T