Update Merger BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Digabung

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Jumat, 02/10/2026 17:30 WIB
Foto: COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengungkap perkembangan terbaru rencana konsolidasi perusahaan BUMN sektor karya. Sejumlah perusahaan konstruksi pelat merah akan digabung sebagai bagian dari program streamlining BUMN.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengatakan, proses merger akan dimulai dari sejumlah perusahaan yang dinilai lebih mudah untuk dikonsolidasikan.

Ia menyebut, perusahaan yang mudah untuk digabung lebih dulu antara lain, PT. PP (Persero) Tbk. (PTPP) dan PT.Adhi Karya (persero) Tbk. (ADHI). Selain itu Brantras Abipraya dan PT. Nindya Karya (Persero).

"Merger PP, Adhi Karya, kemudian juga Brantas dan Nindya Karya, ini akan kita selesaikan. Ini yang paling mudah untuk dilakukan mergernya," ujar Dony saat ditemui di Jakarta, Jumat (2/10/2026).


"Sehingga kita mulai melakukan merger ini dulu, kemudian baru berikutnya yang harus kita restrukturisasi," lanjutnya.

Dony menyamaikan lebih jauh, kemudian akan dilanjutkan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WKST) karena membutuhkan penanganan lebih lanjut. Kedua perusahaan tersebut dinilai membutuhkan upaya restrukturisasi yang lebih besar, terutama terkait kondisi keuangan, aset, dan kewajiban perusahaan.

"Itu ada WIKA, Waskita, terutama sekali WIKA dan Waskita. Kalau yang Hutama Karya, mereka adalah yang sehat. Jadi hanya WIKA, Waskita yang akan menjadi persoalan," jelasnya.

Dony menambahkan, proses penanganan WIKA dan Waskita akan mencakup restrukturisasi perusahaan, investasi terhadap aset yang dimiliki, serta upaya menurunkan beban utang. "Karena membutuhkan effort kita untuk melakukan restrukturisasi, investasi aset mereka, menurunkan utangnya, sisanya akan kita restrukturisasi," pungkasnya.



(rob/rob)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Inovasi Pengusaha Fashion Lokal Saat Tren Konsumen Berubah