BI Buka Keran Repo Surat Utang SMF, Transaksi Tembus Rp1,25 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) terus mendorong pembiayaan di sektor properti dan perumahan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meluncurkan skema perluasan underlying repo bagi surat berharga atau surat utang yang diterbitkan oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF.
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa kebijakan yang dirilis bekerja sama dengan Kementerian Keuangan ini terbukti ampuh mendongkrak likuiditas pasar pembiayaan perumahan.
"Kami melakukan suatu kebijakan baru yaitu perluasan underlying repo bank kepada Bank Indonesia untuk surat berharga atau surat utang PT SMF dan SMI. Untuk yang SMF, kami mengeluarkan pada tanggal 26 September 2025 dan bank yang sudah me-repo kita sudah mencapai Rp1,25 triliun," ujar Destry dalam konferensi pers bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Gedung BI, Jumat (2/10/2026).
Fasilitas repo ini memberikan fleksibilitas bagi perbankan pemegang surat utang SMF untuk mengagunkan aset tersebut ke BI guna mendapatkan likuiditas segar secara cepat. Imbasnya, aktivitas transaksi surat berharga SMF di pasar sekunder langsung melonjak drastis.
Destry mencatat, rata-rata nilai transaksi harian surat utang SMF mengalami kenaikan pesat hampir enam kali lipat dari kondisi normal.
"Transaksi dari SMF juga sudah meningkat 6 kali lipat dari yang harian hanya Rp31 miliar menjadi Rp180 miliar. Jadi artinya selain ini untuk pendalaman pasar keuangan, ini juga untuk membiayai pendanaan di sektor perumahan tentunya," jelas Destry.
Sebagai lembaga pembiayaan sekunder perumahan berstatus quasi-government, porsi pendanaan SMF memang menjadi krusial dalam menyokong likuiditas jangka panjang bagi perbankan penyalur KPR.
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]