MARKET DATA

Akhir Pekan Sesi I, Asing Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Dijalur Merah

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
02 October 2026 12:35
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Kamis 26/3/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Kamis 26/3/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta,CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah menutup sesi I siang ini, Jumat (2/10/2026). IHSG parkir sementara di level 5.989,02, turun 20,49 poin atau 0,34%.

Mengutip data Stockbit, investor asing mencatat penjualan bersih sebesar Rp1,17 triliun pada perdagangan sesi I siang ini. Total pembelian asing di seluruh pasar mencapai Rp1,70 triliun, sedangkan total penjualannya Rp2,87 triliun.

Di tengah pelemahan IHSG, saham-saham yang diburu oleh investor asing terbesar tercatat pada PT. Astra International Tbk. (ASII) sebesar Rp19,54 miliar dengan volume 4,27 juta lembar. Posisi kedua ditempati PT. Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) dengan Rp16,58 miliar, diikuti PT. Bukit Asam Tbk. (PTBA) Rp10,26 miliar dan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) Rp6,22 miliar.

Selanjutnya ada PT. Gudang Garam Tbk. (GGRM) Rp5,94 miliar, PT. United Tractors Tbk. (UNTR) Rp5,36 miliar, PT. Petrosea Tbk. (PTRO) Rp4,92 miliar, PT. Vale Indonesia Tbk. (INCO) Rp3,76 miliar, PT. Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) Rp3,68 miliar, dan PT. ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) Rp3,64 miliar.

Pada urutan 11 sampai 20, asing membeli PT. Solusi Kemasan Digital Tbk. (PACK) Rp3,63 miliar, PT. Archi Indonesia Tbk. (ARCI) Rp3,17 miliar, PT. Baramulti Suksessarana Tbk. (BSSR) Rp2,56 miliar, PT. Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) Rp2,21 miliar, PT. Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) Rp2,21 miliar, PT. Graha Andrasentra Propertindo Tbk. (JGLE) Rp2,02 miliar.

Selain itu, PT. Darma Henwa Tbk. (DEWA) Rp1,93 miliar, PT. Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) Rp1,93 miliar, PT. Arkora Hydro Tbk. (ARKO) Rp1,71 miliar, dan PT. Multi Medika Internasional Tbk. (MMIX) Rp1,61 miliar. Volume terbesar di antara saham net buy tercatat pada JGLE dengan 44,56 juta lembar, sementara PACK dan ESSA masing-masing sekitar 8,43 juta dan 6,45 juta lembar.

Sementara tekanan jual asing paling besar yaitu, PT. GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dengan net sell Rp844,04 miliar atau sekitar 31,55 miliar lembar saham. Di posisi berikutnya ada tiga bank besar, antara lain, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan net sell Rp93,66 miliar, PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Rp55,57 miliar, dan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rp47,16 miliar.

PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dilepas Rp38,73 miliar, disusul PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) Rp38,37 miliar dan PT. Singaraja Putra Tbk. (SINI) Rp38,15 miliar.

Saham-saham lain yang masuk daftar sepuluh besar net sell adalah PT. Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) sebesar Rp25,70 miliar, dengan volume jual 94,42 juta lembar yang terbesar di antara saham selain GOTO, serta PT. Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp10,40 miliar. Pada urutan 11 sampai 20, asing melepas PT. Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) Rp9,66 miliar, PT. Indosat Tbk. (ISAT) Rp8,82 miliar, PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) Rp8,69 miliar, PT. Bumi Resources Tbk. (BUMI) Rp8,10 miliar.

PT. Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) Rp7,50 miliar, PT. Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) Rp5,95 miliar, PT. Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) Rp5,87 miliar, PT. Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) Rp5,67 miliar, PT. Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) Rp5,33 miliar, PT. Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) Rp5,12 miliar, dan PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) Rp4,87 miliar.

Memasuki perdagangan hari ini, Jumat (2/10/2026), pelaku pasar dalam negeri masih akan dihadapkan pada berbagai sentimen baik dari dalam maupun luar negeri.

Dari dalam negeri, reshuffle kabinet, implementasi short selling, serta respons pasar terhadap data manufaktur, neraca perdagangan, dan inflasi akan menjadi perhatian.

Sementara dari eksternal, perkembangan perang dan harga minyak serta rilis data ketenagakerjaan AS, inflasi Zona Euro, dan tingkat pengangguran Jepang turut membayangi pergerakan pasar.

Sentimen AS diperkirakan akan sangat membayangi pasar hari ini mulai dari lonjakan US Treasury, data klaim pengangguran, ISM Manufacturing, tingkat pengangguran hingga non-farm payrolls

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Asing Serbu BBRI Saat IHSG Naik Tipis


Most Popular
Features