Jadi Wakil Menteri Keuangan, Luky Alfirman Punya Harta Rp 52,8 Miliar

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Kamis, 01/10/2026 16:24 WIB
Foto: Direktur Jendral Anggaran Kementerian Keuangan, Luky Alfirman saat konferensi pers APBN KITA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (18/12/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Luky Alfirman resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan untuk periode 2026-2029. Luky akan membantu Menteri Keuangan Suahasil Nazara, bersama Wakil Menteri Juda Agung yang baru dilantik beberapa bulan lalu. Selain Luky, turut bergabung Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Keduanya dilantik hari ini oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Kamis (1/10/2026). Adapun, Luky sebelumnya merupakan Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu. Namun, dirinya dicopot dari jabatan oleh Purbaya Yudhi Sadewa pada April 2026.


Mengutip Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik tahun 2025, Luky Alfirman melaporkan total harta kekayaan sebesar Rp52.827.928.569.

Laporan tersebut disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 27 Februari 2026 dengan posisi harta per 31 Desember 2025.

Kas dan setara kas menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp23.099.474.305, atau sekitar 43,7% dari total harta.

Selanjutnya, ada surat berharga senilai Rp15.034.806.720 atau sekitar 28,5% dan tanah dan bangunan senilai Rp13.000.000.000 atau sekitar 24,6%.

Sisanya berupa alat transportasi dan mesin sebesar Rp550.000.000, harta bergerak lainnya Rp205.000.000, dan harta lainnya Rp938.647.544.
Rinciannya, pada pos tanah dan bangunan, Luky melaporkan tiga aset yang seluruhnya berasal dari hasil sendiri. Dua di antaranya berada di Jakarta Selatan, antara lain berupa tanah seluas 270 meter persegi dengan luas bangunan 225 meter persegi senilai Rp4.500.000.000, dan tanah seluas 846 meter persegi dengan luas bangunan 300 meter persegi senilai Rp5.500.000.000.

Satu aset lain berupa tanah seluas 207 meter persegi dengan luas bangunan 113 meter persegi di Kota Bandung senilai Rp3.000.000.000.

Untuk alat transportasi, Luky melaporkan empat unit mobil yang seluruhnya hasil sendiri. Keempatnya adalah Toyota Avanza tahun 2023 senilai Rp210.000.000, Honda Accord tahun 2013 senilai Rp150.000.000, Honda City tahun 2014 senilai Rp130.000.000, dan Honda Jazz Minibus tahun 2012 senilai Rp60.000.000. Total nilai kendaraan tersebut mencapai Rp550.000.000.



(rob/rob)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kemenkeu & BI Makin "Akur", Apa Efeknya Bagi Pasar Modal RI?