Jadi Wakil Menteri Keuangan, Nurkholisoh Punya Harta Rp 4,7 Miliar
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wakil Menteri Keuangan di Istana Negara, Kamis (1/10/2026). Nurkholisoh akan bekerja bersama Wakil Menteri Juda Agung dan Luky Alfirman untuk membantu Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Kemenkeu pada era pemerintahan ini memiliki tiga Wakil Menteri Keuangan. Berbeda dengan pemerintahan sebelumnya. Nurkholisoh diketahui sebelumnya bekerja untuk Bank Indonesia (BI).
Mengutip data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik tahun 2025, Nurkholisoh Ibnu Aman, melaporkan total harta kekayaan sebesar Rp4.701.508.000, Laporan tersebut disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 22 Februari 2026 dengan posisi harta per 31 Desember 2025.
Nilai total tersebut diperoleh dari jumlah harta sebesar Rp6.392.808.000 yang dikurangi utang sebesar Rp1.691.300.000.
Komponen terbesar harta berupa tanah dan bangunan senilai Rp3.420.008.000, atau sekitar 53,5% dari seluruh harta. Kas dan setara kas menjadi komponen terbesar kedua dengan nilai Rp2.910.000.000, atau sekitar 45,5%.
Harta berupa tanah dan bangunan, Nurkholisoh melaporkan tujuh bidang aset. Tiga di antaranya berlokasi di Kota Tangerang, masing-masing seluas 12 meter persegi, 25 meter persegi, dan 15 meter persegi dengan nilai Rp180.001.000, Rp330.001.000, dan Rp185.000.000, seluruhnya berasal dari hasil sendiri.
Aset terbesar adalah tanah dan bangunan seluas 40 meter persegi di Jakarta Pusat senilai Rp1.610.000.000 yang juga diperoleh dari hasil sendiri.
Selain itu, ia melaporkan dua bidang tanah dan bangunan di Kota Magelang yang berasal dari warisan, yakni seluas 720 meter persegi dengan luas bangunan 400 meter persegi senilai Rp300.001.000, dan seluas 800 meter persegi dengan luas bangunan 400 meter persegi senilai Rp100.005.000.
Satu aset warisan lainnya berupa tanah dan bangunan seluas 115 meter persegi dengan luas bangunan 130 meter persegi di luar negeri senilai Rp715.000.000.
Selain itu, ia juga melaporkan alat transportasi dan mesin tercatat sebesar Rp800.000, berupa satu unit sepeda merek Polygon tahun 2017 hasil sendiri. Harta bergerak lainnya dilaporkan senilai Rp62.000.000, sedangkan surat berharga dan harta lainnya tercatat nihil.
Kewajiban yang dilaporkan berupa utang sebesar Rp1.691.300.000, atau sekitar 26,5 persen dari total harta.
(rob/rob)