4 Saham Ini Gerak Gak Wajar, BEI Berikan 'Warning'

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Kamis, 01/10/2026 10:35 WIB
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) atas empat saham sekaligus mulai Rabu, (1/9/2026). Emiten tersebut dipantau karena terjadi kenaikan harga saham yang tidak wajar.

Keempat emiten tersebut antara lain PT Indo Acidatama Tbk (SRSN), PT Charlie Hospital Semarang Tbk. (RSCH), PT Royalindo Investa Wijaya Tbk. (INDO), dan PT Bank Of India Indonesia Tbk. (BSWD).

Mengutip keterbukaan informasi BEI, saham tersebut bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi investor, khususnya pemegang saham kedua emiten tersebut.


"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI, dikutip dari laman resminya.

"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham SRSN tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulisnya.

Mengutip data pasar, saham SRSN bergerak turun 4,48% ke angka Rp128 per saham pada pembukaan perdagangan hari ini. Di sisi lain, saham emiten bahan kimia ini naik 37.63% selama satu bulan. Sementara dalam year to date naik 106.45%.

Dengan pengumuman ini, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Sama halnya dengan SRSN, BEI juga memberi perhatian khusus bagi saham RSCH karena adanya volatilitas transaksi yang dianggap tak wajar.

Selama perdagangan hari ini, saham RSCH turun 3,81% di level Rp505. Adapun saham rumah sakit ini terpantau naik 48.53% dalam periode bulanan, dan telah naik 23.17% selama year to date (YTD).

Di sisi lain, perusahaan INDO juga dipelototi BEI akibat transaksinya yang tidak wajar. Sepanjang perdagangan kemarin, emiten ini turun 1,20% di level Rp164 per saham. Adapun sebulan ke belakang sahamnya telah turun 9.39% dan secara year to date naik 52.05%.

Tak sampai di situ, bursa juga menyoroti perdagangan saham BWSD. Saham perbankan tersebut telah stagnan di level Rp2.880. Sementara selama sebulan dan year to date, sahamnya telah naik masing-masing sebesar 92.00% dan 208.02%.

 


(ayh/ayh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: BEI Siap Turunkan Batas Terendah Harga Saham Jadi Rp1