Pelaku Pasar Masih Optimis IHSG Bisa Rebound, Ini Alasannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Para pelaku pasar modal optimis bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mengalami rebound pada akhir 2026.
Optimisme ini datang dari PT Panin Asset Management. Presiden Direktur PT Panin Asset Management Ridwan Soetedja mengungkapkan bahwa IHSG dapat rebound di akhir tahun 2026 jika harga minyak dunia mengalami penurunan.
"Tapi mungkin akan melandai dan orang melihat mudah-mudahan bisa diturunkan sehingga orang kan kalau berinvestasi selalu berawal dari ekspektasi. Kita melihat itu," ujar dia dalam Road to CNBC Awards 2025 'Best Securities and Fund Management', Rabu (30/9/2026).
Selain itu, beberapa sektor juga masih dapat mendorong rebound IHSG. Salah satunya sektor pertambangan yang masih menikmati lonjakan harga komoditas dunia.
"Di level yang masih tinggi itu (komoditas) masih mendorong IHSG, dan investasi di dalam portofolio kita harapkan bisa tumbuh," jelas dia.
Optimisme juga datang dari Chief Liaison Officer Head of Investment Solution, Investment Services Group PT Henan Putihrai Asset Management Bagus Adi Yoga Prawira. Menurut dia, outlook IHSG secara overall memiliki potensi pertumbuhan positif secara jangka panjang.
"Karena memang kita masih ada bonus demografi, kita masih ada the new capex cycle yang belum jalan, yang mungkin tahun depan akan mulai dari starting," ungkap dia.
Meski begitu secara jangka pendek IHSG perlu diperhatikan. Menurut Bagus, flow untuk jangka pendek dari IHSG belum terlihat.
"Tinggal bagaimana kita being patient as an investor. Dalam sisi sektor yang akan diuntungkan, mungkin pastinya di saat flow-nya sudah mulai masuk, pasti sama-sama dengan market cap besar dulu," papar dia.
(dpu/dpu)