MARKET DATA

BI Borong Surat Utang Pemerintah Hampir Rp300 T, Buat Apa?

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
30 September 2026 18:25
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea memberi pemaparan dalam acara Central Banking Forum 2026, di Grand Ballroom Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Senin (13/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri
Foto: Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea memberi pemaparan dalam acara Central Banking Forum 2026, di Grand Ballroom Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Senin (13/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI) Erwin Gunawan Hutapea mengungkapkan alasan Bank Indonesia masih kerap memborong Surat Berharga Negara (SBN).

Langkah pembelian surat utang pemerintah itu menurut Erwin sebagai upaya menjaga kecukupan likuiditas.

"BI melakukan pembelian SBN baik di pasar primer maupun pasar sekunder sebagai bagian dari upaya menambah likuiditas," kata Erwin Gunawan Hutapea dalam paparan kepada media, Rabu (30/9/2026).

Erwin menyebut total pembelian SBN yang dilakukan BI telah berada di atas Rp250 triliun hingga saat ini, bahkan hampir mencapai periode seperti tahun lalu yang di kisaran Rp300 triliun.

"Totalnya hampir Rp300 triliun kita melakukan pembelian SBN," ujarnya.

Dengan membeli SBN, BI memasok likuiditas ke sistem keuangan, sekaligus membantu memastikan pasar surat berharga tetap berfungsi secara baik.

Erwin menjelaskan, kecukupan likuiditas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran fungsi intermediasi perbankan.

Likuiditas dibutuhkan perbankan untuk menjalankan berbagai transaksi sekaligus menyalurkan pembiayaan kepada perekonomian.

"Likuiditas ini seperti darah di dalam kegiatan perbankan dan juga kegiatan ekonomi," ujar Erwin Gunawan Hutapea.

Menurutnya, BI perlu memastikan likuiditas tersedia dalam jumlah yang memadai agar seluruh kegiatan ekonomi bisa terfasilitasi dengan baik, sehingga pertumbuhan ekonomi sesuai dengan harapan bisa terjaga.

Dalam praktiknya, BI menggunakan sejumlah instrumen untuk mengelola likuiditas, mulai dari melakukan kalibrasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), menyediakan operasi moneter ekspansi melalui repo, melakukan transaksi swap, hingga membeli Surat Berharga Negara (SBN).

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article BI Genjot Kredit Perbankan, Insentif Likuiditas Tembus Rp461 T


Most Popular
Features