MARKET DATA

BSI (BRIS) Mau Rights Issue, Terbitkan 6,8 Miliar Saham

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
30 September 2026 11:10
Suasana pelayanan kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Senin (1/2). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS) resmi beroperasi. Direktur Utama BRIS Hery Gunardi menjelaskan bahwa integrasi ketiga bank BRIsyariah, BNI Syariah dan BSM telah dil
Foto: Suasana pelayanan kantor cabang Bank Syariah Indonesia. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue tahap II. Nantinya, BRIS menerbitkan sebanyak-banyaknya 6,8 miliar lembar saham Seri B dengan nilai nominal Rp500 per saham.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), saham baru itu memiliki hak yang sama dan sederajat dengan saham Seri B perseroan lainnya yang telah ditempatkan dan disetor, termasuk hak atas dividen.



Dana aksi korporasi ini, setelah dikurangi seluruh biaya emisi, akan digunakan seluruhnya untuk penyaluran pembiayaan guna mendukung pertumbuhan usaha perseroan. Perseroan menyatakan rincian penggunaan dana akan diungkapkan dalam prospektus yang diterbitkan pada saat pelaksanaan.

Dari sisi keuangan, PMHMETD II bertujuan memperkuat permodalan dan meningkatkan kapasitas penyaluran pembiayaan. Permodalan untuk mendukung bisnis perseroan diproyeksikan naik dari Rp51,07 triliun pada 2026 menjadi Rp64,41 triliun pada 2027.

Selain itu, rasio kecukupan modal (CAR) diproyeksikan meningkat dari 20,38 persen menjadi 23,31 persen. Penguatan modal ini juga diharapkan membantu BSI meningkatkan kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam jangka pendek, penambahan modal dapat memengaruhi rasio profitabilitas, namun diharapkan pulih secara bertahap seiring penyaluran dana ke dalam aset produktif.

Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya, kepemilikan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 12,85%. Seluruh proyeksi tersebut bersifat indikatif dan bergantung pada struktur final serta hasil pelaksanaan PMHMETD II.

Selanjutnya, rencana ini akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada Jumat, 6 November 2026. Perseroan menargetkan aksi korporasi ini terlaksana dan selesai pada kuartal I 2027. Penyetoran saham akan dilakukan dalam bentuk tunai.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
Next Article NexAI (MGLV) Mau Rights Issue, Bidik Dana Segar Rp2,53 Triliun


Most Popular
Features