Breaking! IHSG Naik 1%

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Rabu, 30/09/2026 09:36 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Kamis 26/3/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada perdagangan Sesi I Rabu (30/9/2026). Indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu berada di level 6.185,37, naik 63,67 poin atau 1,04%.

Penguatan ini terjadi secara bertahap sejak pembukaan. IHSG dibuka di level 6.118,05, yang sekaligus menjadi posisi terendah hari ini, lalu bergerak naik dengan cepat. Indeks sempat mengalami koreksi ringan di kisaran 6.134 pada tengah sesi, tetapi kembali menguat dan mencetak level tertinggi di 6.185,66.

Pada perdagangan pagi ini, transaksi tercatat semakin ramai dibandingkan awal sesi. Volume perdagangan mencapai 68,78 juta lot dengan nilai transaksi sekitar Rp2,02 triliun. Sebelumnya, pada awal perdagangan, nilai transaksi baru berada di kisaran Rp297 miliar.


Memasuki perdagangan hari ini, pelaku pasar dalam negeri masih akan dihadapkan pada berbagai sentimen baik dari dalam maupun luar negeri.
Pelemahan harga minyak bisa mengurangi tekanan pasar hari ini tetapi pernyataan hawkish The Fed bisa membuat investor cemas.

Pasar global juga menunggu dua kabar penting dari AS hari ini yakni inflasi PCE dan data pertumbuhan ekonomi.

Harga minyak dunia melemah pada Selasa (29/9/2026), seiring pemulihan ekspor minyak Timur Tengah meredakan kekhawatiran pasokan akibat perang AS-Israel dengan Iran.

Minyak Brent turun 2,6% menjadi US$102,59 per barel, sedangkan WTI merosot 3,5% ke US$89,38 per barel. Meski terkoreksi, Brent masih menuju kenaikan bulanan sekitar 13% dan WTI sekitar 4%.

Sentiman lainnya, investor juga menyoroti, Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams yang menyatakan The Fed masih memiliki waktu untuk mencermati data ekonomi sebelum kembali menaikkan suku bunga. Namun, satu kenaikan tambahan kemungkinan diperlukan sebelum akhir 2026.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pelemahan IHSG dan rupiah masih merupakan dinamika pasar yang perlu dilihat dalam perspektif jangka menengah. Pemerintah bersama Bank Indonesia disebut terus memantau pergerakan nilai tukar, sementara di pasar saham BEI juga telah kembali mengaktifkan transaksi short selling sejak 15 September 2026.



(rob/rob)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pasar Pantau Risiko Minyak USD 100 - Bunga The Fed Diramal Naik