Nvidia Mau Buyback Jumbo, Uangnya Bisa Borong 5 Emiten Terbesar RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa chip asal Amerika Serikat (AS), Nvidia, meluncurkan program pembelian kembali saham (buyback) terbesar dalam sejarah pasar modal AS. Nilainya begitu jumbo sehingga, dengan kurs Rp 18.000/US$, dana tersebut cukup untuk memborong lima emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam pengumuman pada Senin (28/9/2026) waktu AS, dewan direksi Nvidia menyetujui tambahan otorisasi buyback sebesar US$ 150 miliar. Dengan tambahan ini, total otorisasi buyback perusahaan yang bermarkas di Santa Clara, California, itu mencapai US$ 235 miliar, sebagaimana dilaporkan The Wall Street Journal.
Dengan asumsi kurs Rp 18.000/US$, tambahan buyback tersebut setara Rp 2.700 triliun. Angka ini setara sekitar 25% dari total kapitalisasi pasar BEI yang pada akhir perdagangan sesi I Selasa (29/9/2026) tercatat Rp 10.806 triliun.
Jika dihitung dengan total otorisasi US$ 235 miliar atau sekitar Rp 4.230 triliun, nilainya setara sekitar 39% dari nilai seluruh emiten yang tercatat di BEI.
Berdasarkan data BEI, lima emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar saat ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan kapitalisasi pasar Rp 764,3 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kapitalisasi pasar Rp 485 triliun, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) kapitalisasi pasar Rp 472 triliun, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kapitalisasi pasar Rp 401,7 triliun, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kapitalisasi pasar Rp 394,7 triliun.
Total kapitalisasi kelima emiten tersebut mencapai Rp 2.517,6 triliun, atau sekitar US$ 140 miliar. Angka itu masih lebih kecil dari dana buyback Nvidia sebesar Rp 2.700 triliun, sehingga masih tersisa sekitar Rp 182 triliun.
Sebagai catatan, perbandingan ini hanya ilustrasi untuk menggambarkan skala. Otorisasi buyback merupakan batas maksimum dana yang boleh digunakan perusahaan, dan pelaksanaannya dapat dilakukan bertahap sesuai kondisi pasar.
Terbesar Sepanjang Sejarah AS
Menurut data Birinyi Associates, otorisasi buyback Nvidia melampaui rekor sebelumnya milik Apple sebesar US$ 110 miliar pada Mei 2024. Pengumuman ini juga datang hanya empat bulan setelah Nvidia menambah otorisasi buyback US$ 80 miliar pada Mei 2026.
Nvidia saat ini merupakan perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, yakni di atas US$ 5,4 triliun atau setara lebih dari Rp 97.200 triliun. Nilai ini sekitar sembilan kali lipat total kapitalisasi seluruh emiten di BEI.
CEO Nvidia Jensen Huang menyebut pertumbuhan perusahaan didorong oleh pergeseran platform besar-besaran menuju kecerdasan buatan (AI) dan komputasi terakselerasi. Menurutnya, kemampuan menghasilkan kas memberi ruang bagi perusahaan untuk berinvestasi di teknologi sekaligus mengembalikan modal kepada pemegang saham.
Pengumuman buyback ini menyusul laporan kinerja Nvidia untuk kuartal yang berakhir Juli 2026, dengan pendapatan rekor US$ 96,2 miliar. Perusahaan juga memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sekitar 70% pada tahun fiskal 2028.
Selain buyback, Nvidia berencana mengembalikan arus kas bebas berlebih dari portofolio investasinya dalam bentuk pembelian saham dan dividen yang naik bertahap. Portofolio investasi Nvidia mencakup 13 perusahaan publik dan 229 perusahaan swasta, dengan imbal hasil dari investasi yang sudah dilepas disebut lebih dari tiga kali lipat modal.
Sorotan Pembiayaan Sirkular
Di sisi lain, Nvidia kembali disorot soal kekhawatiran pembiayaan sirkular (circular financing) di ekosistem AI. Bulan lalu, perusahaan menyatakan akan bermitra dengan lembaga keuangan Wall Street dan menjamin sebagian hingga US$ 500 miliar pembiayaan pusat data agar pelanggannya mampu membeli chip Nvidia. Nvidia juga menjamin proyek pusat data OpenAI di Ohio.
Nvidia turut meluncurkan Nvidia Open Agent Safety Platform, perangkat lunak untuk membantu pengembang menguji, menjalankan, dan mengawasi agen AI dalam lingkungan aman. Peluncuran ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan AI setelah serangkaian insiden peretasan oleh model AI yang lepas kendali.
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]