Di Tengah Rumor Akuisisi Haji Isam, Ada Peralihan 2,18 Juta Saham BBCA
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah rumor akuisisi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) oleh pengusaha Andi Syamsudin Arsyad atau yang dikenal dengan nama Haji Isam, kemarin terdapat transaksi negosiasi saham BBCA dalam jumlah besar di pasar.
Berdasarkan data perdagangan Kamis, (24/9/2026), terdapat transaksi negosiasi di saham BBCA senilai Rp485,9 miliar untuk 778 ribu lot di harga rata-rata Rp6.242. Lalu pada hari Jumat (25/9/2026) kembali terdapat transaksi negosiasi di saham BBCA sejumlah Rp111,1 miliar, sebanyak 178 ribu lot di harga rata-rata Rp6.233.
Transaksi negosiasi berlanjut di hari Senin, (28/9/2026), dimana ada transaksi negosiasi saham BBCA senilai Rp710,4 miliar untuk 1,1 juta lot di harga rata-rata Rp6.208 per lembar.
Kemudian pada perdagangan hari ini (29/8/2026) hingga pukul 11:30 WIB, kembali terjadi transaksi negosiasi di saham BBCA senilai Rp77 miliar untuk 124 ribu lot di harga rata-rata Rp6.168 per saham.
Jika di total, terdapat transaksi negosiasi senilai Rp1,35 triliun, dengan volume transaksi sekitar 2,18 juta lot saham di rentang harga Rp6.100 - 6.200-an per saham. Namun, belum dapat dipastikan siapa saja pihak-pihak yang mentransaksikan saham tersebut, dan untuk kepentingan apa.
Sebelumnya, ramai beredar di media sosial jika Haji Isam melalui jaringan bisnisnya, dikabarkan akan melakukan akuisisi kepemilikan di BBCA yang selama ini identik dengan Grup Djarum milik keluarga Hartono.
Belum jelas dari mana sumber berita ini awal mulanya berasal. Namun, belajar dari kejadian akuisisi BYAN, kabar pengambilalihan ini juga bermula ramai di media sosial dan sempat mendapatkan bantahan dari pihak-pihak yang terlibat, sebelum akhirnya resmi terkonfirmasi dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
BBCA sendiri menegaskan isu rencana akuisisi saham bank itu tidak benar.
"Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa INFORMASI TERSEBUT TIDAK BENAR," ujar EVP Corporate Communication & Social Responsibility, Hera F. Haryn dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).
Ia kemudian mengimbau masyarakat untuk mengakses informasi kredibel baik dari situs resmi perusahaan atau media yang kredibel.
"Kami mengimbau nasabah dan masyarakat untuk mengakses informasi dari sumber-sumber yang resmi, baik dari situs resmi perusahaan maupun outlet media yang kredibel," ujar Hera.
Ia mengatakan BCA senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi yang berlaku.
(ayh/ayh)