Lagi, Bos ASII Kepergok Borong 500 Ribu Saham di Harga Rp4.769
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur PT Astra International Tbk (ASII), Djap Tet Fa membeli 500 ribu saham ASII dengan harga Rp4.769 per saham, sehingga total transaksi mencapai Rp2,4 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti dikutip Selasa (29/9/2026), transaksi dilakukan pada 24 September 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di ASII menjadi 0,01%.
Aksi korporasi ini menambah panjang daftar BosASII yang memborong saham perusahaan. Sebelumnya ada Presiden Direktur PT Astra Internasional Tbk (ASII), Rudy menambah kepemilikan saham ASII sebanyak 4,4 juta saham. Transaksi saham dilakukan pada 21 -22 September 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, seperti dikutip Kamis (24/9/2026), aksi akumulasi tersebut dilakukan dua kali. Pertama, pembelian 2,2 juta lembar di harga Rp4.820 per saham senilai Rp10,6 miliar. Kedua, Rudy menyerap 2,2 juta juta saham pada harga Rp4.790 per lembar sejumlah Rp10,53 miliar.
Rudy merogoh dana taktis senilai Rp21,13 miliar. Pasca transaksi tersebut, Rudy menambah kepemilikannya di ASII menjadi 5,6 juta saham setara dengan porsi kepemilikan 0,0138 persen. Mengalami peningkatan dari sebelumnya hanya 1,2 juta saham alias 0,003 persen.
Saat bersamaan, Prijono Sugiarto yang juga merupakan Komisaris perseroan, diketahui membeli 8.700 lembar dengan harga pelaksanaan Rp4.850 per lembar. Lewat pembelian tersebut, Prijono mengeluarkan dana senilai Rp42,19 juta.
Dengan demikian, koleksi saham Astra miliknya bertambah menjadi 5,59 juta lembar alias 0,0138 persen. Mengalami pertambahan dari edisi sebelum transaksi dengan tabulasi 5,58 juta eksemplar alias 0,0138 persen.Transaksi akumulasi kedua pentolan Astra itu, diklaim sebagai investasi. Sepanjang perdagangan hari ini, saham Astra turun 0,63 persen alias 30 poin menjadi Rp4.750.
Belum lama juga ada Direktur PT Astra International (ASII), Thomas Junaidi Alim W, yang membeli 250 ribu saham ASII dengan harga Rp4.762/saham, sehingga total transaksi mencapai Rp1,2 miliar. Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, seperti dikutip Senin (28/9/2026), transaksi dilakukan pada 23 September 2026.
(ayh/ayh)