Awal Sesi I, IHSG Dibuka Merah Anjlok di Atas 1%
Jakarta,CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini, Selasa (29/9/2026), dibuka dizona merah. Berdasarkan data Stockbit pada pukul 09.00 WIB, indeks berada di level 6.119,08, turun 122,81 poin atau 1,97% dibandingkan penutupan sebelumnya.Â
Pada sesi pembukaan, IHSG dibuka di level 6.118,81. Sepanjang pergerakan awal, indeks bergerak sangat sempit, dengan level tertinggi 6.125,53 dan terendah 6.116,25.Â
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi tercatat 11,48 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp237,63 miliar. Angka ini masih terbilang awal karena pasar baru saja dibuka, sehingga dapat berubah seiring berjalannya sesi.
Tekanan terhadap IHSG terjadi bertepatan dengan mulai berlakunya kebijakan baru BEI yang menurunkan harga minimum saham dari Rp50 menjadi Rp1 per lembar di pasar reguler dan pasar tunai mulai Senin (28/9/2026).
Perubahan tersebut juga disertai penyesuaian batas auto rejection. Untuk saham dengan harga Rp1-Rp10, batas Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB) ditetapkan sebesar Rp1, sementara ARB asimetris 15% masih berlaku untuk saham dengan harga di atas Rp10 hingga akhir 2026.
BEI menyebut perubahan harga minimum tersebut ditujukan untuk memperluas rentang perdagangan saham, meningkatkan kualitas price discovery, mendorong likuiditas, serta memberi fleksibilitas lebih besar bagi investor dalam mengelola portofolio.
Di saat bersamaan, tekanan eksternal masih membayangi pasar domestik. Kebijakan moneter global yang lebih ketat, penguatan dolar AS, kenaikan harga energi, serta tingginya suku bunga global masih berpotensi mendorong volatilitas pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia.
Dari pasar mata uang, rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan.
Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup terdepresiasi 0,53% ke posisi Rp17.965/US$, hanya berjarak 35 poin dari level psikologis Rp18.000/US$.