Haji Isam Harus Siapkan Duit Segini Jika Mau Caplok BCA (BBCA)
Jakarta, CNBC Indonesia - Rumor pengusaha Andi Syamsudin Arsyad atau yang dikenal dengan nama Haji Isam mau mengakuisisi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membuat ramai media sosial. Kalangan investor hingga pengamat bahkan gempar dan ramai memperbincangkan.
Bagaimana tidak, sebelumnya Haji Isam baru saja mencaplok 10.000.000.500 saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) atau setara dengan 30% dari seluruh saham perseroan dari konglomerat Low Tuck Kwong dan Elaine Low.
Lalu berapa uang yang harus disiapkan Haji Isam jika mau mengakuisisi BBCA? jika melihat data kapitalisasi pasar alias market capitalization saham BBCA, per Senin (28/9/2026), nilainya pasar BBCA mencapai Rp756 triliun. Jadi jika Haji Isam mau mencaplok seluruh saham BBCA, maka pengusaha asal Kalimantan tersebut harus menyiapkan uang tunai senilai tersebut.
Sebelumnya, ramai beredar di media sosial jika Haji Isam melalui jaringan bisnisnya, dikabarkan akan melakukan akuisisi kepemilikan di BBCA yang selama ini identik dengan Grup Djarum milik keluarga Hartono.
Belum jelas dari mana sumber berita ini awal mulanya berasal. Namun, belajar dari kejadian akuisisi BYAN, kabar pengambilalihan ini juga bermula ramai di media sosial dan sempat mendapatkan bantahan dari pihak-pihak yang terlibat, sebelum akhirnya resmi terkonfirmasi dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
BBCA sendiri menegaskan isu rencana akuisisi saham bank itu tidak benar. Belakangan ini, media sosial ramai dengan kabar bahwa konglomerat crazy rich Kalimantan Haji Isam alias Andi Syamsudin Arsyad berencana mengakuisisi saham BBCA.
"Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa INFORMASI TERSEBUT TIDAK BENAR," ujar EVP Corporate Communication & Social Responsibility, Hera F. Haryn dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).
Ia kemudian mengimbau masyarakat untuk mengakses informasi kredibel baik dari situs resmi perusahaan atau media yang kredibel.
"Kami mengimbau nasabah dan masyarakat untuk mengakses informasi dari sumber-sumber yang resmi, baik dari situs resmi perusahaan maupun outlet media yang kredibel," ujar Hera.
Ia mengatakan BCA senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi yang berlaku.
(ayh/ayh)