MARKET DATA

Ekonomi Tahun Ini Suram, Gubernur BI Ramal 2027 Ada Perbaikan

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
28 September 2026 14:45
Calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menjalani Uji Kelayakan atau Fit and Proper Test di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menjalani Uji Kelayakan atau Fit and Proper Test di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memandang akan ada pembalikkan situasi perekonomian dunia pada 2027 yang juga akan berdampak ke dalam negeri.

"Saya gambarkan bahwa prospek ekonomi 2026 ini secara global itu memang agak gloomy, namun demikian di 2027 diperkirakan akan ada perbaikan. Juga dari beberapa lembaga internasional termasuk kami juga melihat bahwa 2027 ini secara global akan lebih baik dibandingkan dengan negara posisi di 2026," ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta pada Senin (28/9/2026).

Destry menggambarkan ekonomi dunia pada 2026 mengalami situasi yang 'gloomy' atau suram karena masih adanya ketidakpastian akibat perang di Timur Tengah dan antara Rusia-Ukraina yang tak kunjung usai.

Hal ini menyebabkan meningkatkan berbagai harga komoditas dunia, utamanya terkait harga minyak dan gas.

Tingginya harga komoditas kemudian menyengat inflasi global yang saat ini diperkirakan mencapai 4,6 persen. Akibatnya, bank sentral dunia mulai mengetatkan kebijakan moneternya.

Bahkan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), sebagai acuan internasional, menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin pada September.

Situasi ini kemudian bermuara kepada terbangnya modal investor dari negara-negara berkembang ke instrumen yang lebih aman seperti emas maupun dolar AS. Destry mnegatakan fenomen ini disebut sebagai flight to quality yang akan memengaruhi kinerja dan neraca pembayaran Indonesia.

"Jadi kesimpulannya di global ini kita akan menghadapi situasi atau fenomena yang dinamakan hire for longer, yang pada akhirnya ini akan memberikan tekanan kepada negara emerging market, khususnya terkait dengan aliran modal yang masuk ke negara emerging market, termasuk Indonesia," tuturnya.

Adapun pada 2027, prospek akan membaik dengan syarat dampak dari tekanan akibat konflik geopolitik akan kian mereda. Hal ini pada akhirnya akan membuat pertumbuhan ekonomi global makin membaik dengan pertumbuhan prospeknya mencapai 3,4% dari 2026 yang sebesar 3%.

Seperti diketahui, Bank Dunia sendiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 2,8% pada 2027, lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan 2026 sebesar 2,5%. Sementara IMF meramal ekonomi dunia bisa tumbuh 3,4% pada 2027 dibandingkan proyeksi pertumbuhan 3% pada 2026.

"Dari beberapa lembaga internasional, termasuk kami juga melihat 2027 secara global akan lebih baik dibanding situasi pada 2026," tegasnya.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article BI Anggap Ekonomi Dunia Masih Akan Suram


Most Popular
Features