BI & BCTL Teken MoU, QRIS Siap Diperluas hingga ke Timor Leste

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Jumat, 25/09/2026 11:11 WIB
Foto: Penandatanganan MoU antara Bank Indonesia dan Banco Central de Timor-Leste. (CNBC Indonesia/Robertus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) dan Banco Central de Timor-Leste (BCTL) menandatangani Nota Kesepahaman untuk memperkuat hubungan dan kerja sama kedua bank sentral di bidang sistem pembayaran dan inovasi keuangan digital.

Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti dan Gubernur Banco Central de Timor Leste, Hélder Lopes dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit and Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) di Jakarta (25/9).


"BI dan BCTL berkomitmen untuk memperkuat kerja sama di bidang sistem pembayaran dan setelmen serta inovasi keuangan digital, termasuk melalui pertukaran informasi dan penguatan hubungan antarkedua bank sentral," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Jumat (25/9/2026).

Kesepakatan ini, menurut Denny, menjadi landasan pengembangan konektivitas pembayaran antara Indonesia dan Timor-Leste, termasuk penjajakan QRIS Antarnegara sebagai salah satu implementasi kerja sama.

Dia pun menegaskan inisiatif tersebut diharapkan dapat mendukung transaksi dan aktivitas ekonomi kedua negara, serta mewujudkan pembayaran lintas batas yang lebih mudah, efisien, aman, dan inklusif.

Salah satunya adalah integrasi Quick Response Indonesia Standard (QRIS) antar negara antara Indonesia dan Timor Leste.

Masuknya Timor Leste, membuat QRIS cross border sudah terhubung di 7 negara, baik transaksi inbound dan outbound. Adapun 6 negara sudah tergabung sebelumnya adalah China, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang.


(ras/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Transaksi QRIS Hingga Rp 500 Ribu Gratis, Apa Kata Acquirer?