BI Digitalisasi Sistem Pembayaran Pemda-Warga RI, Daya Beli Terkerek!
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) tengah gencar digitalisasi sistem pembayaran untuk efisiensi harga dan proses bisnis transaksi di tengah-tengah masyarakat, yang pada ujungnya bisa mendorong daya beli.
Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, digitalisasi sistem pembayaran ini termasuk untuk di lingkungan pemerintah daerah, yang telah mencakup 94,9% atau setara 518 pemda.
"Tentunya strategi kami lakukan itu jadi bagian penting untuk tingkatkan daya beli dan mendukung Asta Cita," kata Destry dalam acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Selain itu, sistem QRIS kata dia juga telah diperluas untuk mencakup berbagai merchant dengan target sebanyak 47,11 juta dengan pertumbuhan 13,38% secara tahunan. Dari sisi pengguna sebanyak 69,32 juta dengan pertumbuhan 23,26% targetnya.
Tak hanya dari sisi infrastruktur pembayaran, dari sisi pembiayaan digitalisasi kata Destry juga diperkuat dengan kehadiran Kartu Kredit Indonesia (KKI) yang telah dicetak sebanyak 32.457. Diikuti dengan penguatan infrastruktur lainnya seperti sistem keterhubungan antara layanan sistem pembayaran, yakni SNAP, BI Fast, serta BI RTGS.
"Kita perluasakan SNAP transaksi mencapai 2,69 miliar tumbuh 67,12% per Agustus. Infrastruktur melalui BI FAST mencapai 549 juta transaksi untuk ritel, dan kami akan kembangkan new BI FAST, modernisasai BI RTGS," paparnya.
(arj/arj)