IHSG Melesat 1% di Sesi II, Ini Penyebabnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan perdagangan sesi kedua hari ini, Rabu (23/9/2023) hingga diatas 1%. Berdasarkan data IDX Mobile, per pukul 15.15 WIB IHSG lompat 87,9440,42 poin atau 1,40% ke level 6.364,99.
Mengutip data Refinitiv, penguatan IHSG siang ini didorong oleh sektor konsumer kritikal yang naik 4,15%. Kemudian disusul oleh sektor energi yang naik 3%, dan sektor material dasar yang naik 2,7%.
Adapun, saham-saham pendongkrak IHSG antara lain, PT. Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT. Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT. Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), dan PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA)
Meski IHSG melesat, investor asing justru tercatat membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp335,80 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini.
Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp3,95 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp1,81 triliun dan foreign sell Rp2,14 triliun.
Aksi jual asing terbesar terjadi pada saham perbankan pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dengan nilai mencapai Rp128,74 miliar. Di posisi berikutnya terdapat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang dilepas asing senilai Rp69,39 miliar, disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar Rp64,85 miliar.
Penguatan IHSG terjadi setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 September 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%. Sejalan dengan itu, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%.
Pengumuman ini dibacakan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti pada konferensi pers, Rabu (23/9/2026).
"Rapat Dewan Gubernur BI pada 22-23 September 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI rate 5,75%," tegas Destry.
Dengan demikian, BI telah menahan suku bunga dalam tiga pertemuan beruntun. Bank sentral sebelumnya juga mempertahankan BI Rate sebesar 5,75% pada RDG Agustus 2026.
Hasil RDG ini sesuai dengan polling CNBC Indonesia terhadap 11 institusi dan lembaga menunjukkan mayoritas responden memperkirakan BI Rate tetap di level 5,75%.
(rob/rob)