Dolar AS Kini Rp17.855, BI Beri Penjelasan & Ramal Situasi ke Depan

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Rabu, 23/09/2026 14:21 WIB
Foto: Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti saat menyampaikan Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan September 2026 di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (23/9/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia-Bank Indonesia (BI) mencatat pelemahan terbatas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah tingginya ketidakpastian global dan pasar keuangan.

"Rupiah per 22 September tercatat 17.855 per dolar AS, melemah terbatas 0,78% dibandingkan akhir Agustus 2026," ungkap Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers, Kamis (23/9/2026).


Situasi global yang dipengaruhi oleh memanasnya Timur Tengah, dipicu oleh Amerika Serikat dan Iran. Hal ini mendorong kenaikan harga minyak dan berlanjut pada inflasi.

Negara maju seperti AS memberikan sinyal kenaikan suku bunga acuan ke depan sehingga membuat kewaspadaan bagi para investor dunia.

Meski demikian, Destry meyakini rupiah ke depan akan bergerak stabil. "Ke depan BI perkirakan rupiah akan bergerak stabil didukung oleh komitmen BI serta imbal hasil menarik, inflasi terkendali dan prospek ekonomi yang tetap baik," ujarnya

"BI memperkuat strategi dengan optimalkan seluruh instrumen moneter guna menjaga stabilitas rupiah," tegas Destry.


(mij/mij)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Harga Minyak & Inflasi AS Melonjak, Suku Bunga The Fed Naik