Rugi Triniti Dinamik (TRUE) Bengkak 23% di Semester I-2026

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Rabu, 23/09/2026 10:10 WIB
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten properti PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) membukukan kenaikan rugi bersih 23,37% pada semester I-2026.

Menurut laporan keuangan terbaru, rugi bersih TRUE tercatat sebesar Rp12,3 miliar pada semester I-2026. Angka ini naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp9,97 miliar.


TRUE mencatat penjualan Rp24,77 miliar pada semester I-2026, meningkat 3,73% dari Rp23,88 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, beban pokok penjualan naik 14,60% menjadi Rp19,86 miliar dari sebelumnya Rp17,33 miliar.

Beban penjualan dan pemasaran TRUE meningkat 5,59% menjadi Rp3,97 miliar dari Rp3,76 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban umum dan administrasi juga naik 1,39% menjadi Rp13,09 miliar dari sebelumnya Rp12,91 miliar.

Dari sisi pendapatan dan beban lainnya, penghasilan bunga dan jasa giro turun 40,52% menjadi Rp77,5 juta dari Rp130,28 juta. Sementara itu, beban provisi dan administrasi bank anjlok 68,14% menjadi Rp21,55 juta dari sebelumnya Rp67,66 juta.

Beban pajak final tercatat Rp213,07 juta, turun 9,41% dibandingkan Rp235,19 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penghasilan lain-lain juga merosot 90,07% menjadi Rp25,53 juta dari sebelumnya Rp257,13 juta.

Dari sisi neraca, total aset TRUE tercata sebesar Rp675,59 miliar. Angka ini turun 0,92% menjadi Rp675,59 miliar dari Rp681,85 miliar.

Sementara ekuitas dan liabilitasnya masing-masing tercatat sebesar Rp212,5 miliar dan Rp463,08 miliar.

Saham TRUE naik 7,59% ke angka Rp85 pada awal perdagangan Rabu, (23/9/2026). Sehari sebelumnya, TRUE menyudahi perdagangan Selasa (22/9/2026) dengan melejit 34% atau 17 poin menjadi Rp67 per saham.


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Strategi Pengusaha Hotel Hadapi Ketidakpastian Bisnis 2026