Breaking! Rupiah Melemah 0,56%, Dolar AS Tembus Rp17.800

Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
Senin, 21/09/2026 13:18 WIB
Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah di Dolar Asia Money Changer, Jakarta, Rabu (8/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia — Pelemahan nilai tukar rupiah semakin tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini, Senin (21/9/2026). 

Melansir data Refinitiv, pada pukul 13.08 WIB, mata uang Garuda terpantau terdepresiasi ke posisi Rp17.830/US$ atau melemah 0,56%. 

Rupiah sejatinya sudah berada di zona merah sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Rupiah dibuka melemah 0,28% di level Rp17.780/US$ dan tekanan siang ini pun membuat rupiah kehilangan 50 poin dari posisi pembukaan. 


Pada saat yang sama, indeks dolar AS(DXY) menguat 0,09% di posisi 100,334. 

Pelemaham rupiah pada awal pekan ini diperkirakan masih diwarnai oleh dinamika eksternal, terutama perkembangan konflik di Timur Tengah dan kenaikan imbal hasil obligasi global.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah kelompok Houthi Yaman menyatakan telah menyerang sejumlah lokasi sensitif di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu. Iran dan AS juga kembali saling melontarkan ancaman.

Harga minyak mentah AS memang ditutup turun 1,58% pada Jumat lalu. Namun, perkembangan terbaru di Timur Tengah berpotensi membuat pergerakan harga energi kembali bergejolak pada awal pekan ini.


(evw/evw)
Saksikan video di bawah ini:

Arab Saudi Tutup Jalur Pipa, Harga Minyak Bertahan di Atas USD 100