Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo di Emiten Salim

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Jumat, 18/09/2026 15:43 WIB
Foto: yazid

Jakarta, CNBC Indonesia - Terjadi transaksi jumbo di salah satu emiten milik Anthoni Salim, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) di pasar negosiasi pada perdagangan jelang akhir pekan ini, Jumat (18/9/2026).

Mengutip Stockbit, transaksi tersebut sebesar 1,8 juta lot atau 180 juta lembar saham pada harga Rp 4,100 per saham atau senilai Rp 738 miliar.

Sepanjang perdagangan hari ini, saham BINA sempat menguat dan menyentuh level tertinggi harian Rp4.100, sebelum berbalik melemah hingga berada di posisi Rp4.050 per saham.

Dari sisi aktivitas transaksi, saham BINA tercatat diperdagangkan dengan volume sekitar 380 ribu, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,54 miliar. Sementara itu, harga rata-rata transaksi berada di level Rp4.046.



Sebelumnya, transaksi jumbo juga terjadi di pasar negosiasi pada perdagangan sesi 1, pada Selasa (20/1/2026). Melansir data Indo Premier, nilai transaksi sebesar Rp733,7 miliar, dengan jumlah saham yang ditransaksikan sebesar 159,5 juta saham.

Adapun saat ini, Anthoni Salim masih tercatat sebagai pengendali emiten yang masuk dalam kelompok bank modal inti (KBMI) 1. Dia mengendalikan BINA melalui PT Indolife Pensiontama yang menggenggam 22,83% saham. Grup Salim resmi menjadi pengendali Bank Ina Perdana pada 18 Maret 2020.

Selain Indolife, Salim juga menguasai Bank Ina melalui PT Gaya Hidup Masa Kini yang mengempit 11,84% saham BINA dan PT Samudra Biru 18,16%.



(rob/rob)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Batas Harga Saham Rp 50 Dihapus, Ini Efeknya ke Investor-Emiten