BP BUMN Kaji Lagi Penggabungan 2 Entitas Anak Usaha Perhutani
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) akan menggabungkan dua entitas perusahaan di bawah Perum Perhutani. Hal tersebut sebagai bagian dari program streamlining dan transformasi di tubuh perusahaan pelat merah.
Direktur Pengelolaan Perum BP BUMN Muhammad Khoerur Roziqin memaparkan, Perum Perhutani telah melakukan penggabungan pada sejumlah entitas usahanya pada tahun 2022. Inhutani I, II, dan III bergabung ke dalam Inhutani I, serta Inhutani IV, V dan PT Perhutani Anugerah digabung ke dalam Inhutani V.
"Nantinya, Inhutani I dan V akan digabungkan menjadi satu," ujarnya dalam acara Media Engagement BP BUMN Bersama Perum Perhutani di Bandung, Jumat (18/9/2026).
Roziqin menjelaskan, alasan penggabungan dua entitas usaha tersebut karena salah satu bisnis yang dijalankan oleh Inhutani V dalam pemanfaatan sungai dan hal lainnya untuk penghijauan juga sudah lama tidak beroperasi.
"Jadi Inutani, Perhutani sendiri sebenarnya tidak memiliki anggota perusahaan, tetapi dulu karena ada penggabungan-penggabungan jadi punya Inutani lagi dan mendirikan sendiri anak kandung," ungkapnya.
Saat ini, Inhutani I berfokus pada bisnis kayu dengan produk-produk kayu bulat, kayu olahan dan biomass, serta pengembangan proyek-proyek nature based solutions atau perdagangan karbon. Sementara Inhutani V berfokus pada produk hasil hutan bukan kayu, berupa gondorukem, terpentin, dan derivatnya.
Sebagai informasi, BP BUMN bersama BPI Danantara senantiasa menggencarkan program transformasi BUMN. Salah satunya diwujudkan melalui percepatan streamlining perusahaan sebagai upaya membangun struktur yang lebih ramping, efektif, dan efisien.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengatakan, sebanyak 652 perusahaan pelat merah akan dipangkas. Alhasil, hanya tersisa 250 perusahaan BUMN saja.
"Kurang lebih nanti total yang akan kita selesaikan itu 652 perusahaan yang akan hilang. Dan sehingga nanti kita hanya akan punya 250 perusahaan," ujar Dony dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (9/8/2026).
Asal tahu saja, hingga saat ini sebanyak 274 entitas telah ditata sebagai bagian dari transformasi pengelolaan BUMN.
"Kami laporkan sebelumnya bagaimana kami melakukan streamlining. Nah, resultnya sekarang sudah 274 perusahaan yang kita lakukan streamlining," terang dia.
Lebih jauh, Dony pun sudah menyelenggarakan pertemuan bersama Utusan Khusus Presiden untuk membahas perkembangan transformasi BUMN. Pertemuan ini menerangkan sejumlah dampak positif dari transformasi yang mulai dirasakan di sejumlah BUMN.
(rob/rob)