Asing Net Buy Rp77 Miliar di Sesi I, Kompak Borong 10 Saham Ini

Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 17/09/2026 14:20 WIB
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat pada perdagangan sesi I hari ini, Kamis (17/9/2026), meski pasar global tersengat kabar kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data Refinitiv, pada akhir perdagangan sesi pertama IHSG menguat 0,42% ke level 6.463,61, setelah sempat bergerak di rentang terendah 6.418 dan tertinggi 6.500. Sebanyak 374 saham menguat, 234 saham melemah, dan 178 saham tidak bergerak. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp7,88 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 16,90 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,12 juta kali.


Mayoritas sektor perdagangan menguat, dipimpin sektor energi, konsumer, dan finansial, dengan BMRI, BYAN, DSSA, BBRI, dan CUAN tercatat sebagai penopang utama kinerja IHSG hari ini. Penguatan ini terjadi meski The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4% - kenaikan pertama sejak Juli 2023 - yang langsung mendorong indeks dolar AS ke level tertinggi sejak 12 Agustus 2026 dan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun menembus 5,004%, level tertinggi sejak Juli 2007. Tekanan pasar turut diperbesar oleh memanasnya konflik di Timur Tengah setelah kelompok Houthi disebut menguasai sejumlah wilayah di sekitar Selat Bab el-Mandeb.

Sejalan dengan penguatan indeks tersebut, berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing tercatat membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) tipis sebesar Rp77,54 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini.

Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp4,07 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp2,07 triliun dan foreign sell Rp2,00 triliun.

Perburuan asing terbesar tertuju pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan nilai net buy mencapai Rp142,67 miliar - sejalan dengan saham BMRI yang menjadi penopang terbesar IHSG hari ini. Di posisi berikutnya terdapat PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) senilai Rp39,91 miliar, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebesar Rp32,58 miliar.

Selain itu, investor asing juga memborong PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) sebesar Rp30,80 miliar - turut sejalan dengan kontribusinya sebagai penopang indeks - serta PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) Rp28,53 miliar, dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) Rp24,89 miliar.

Di sisi lain, aksi jual asing terbesar terjadi pada PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) dengan nilai mencapai Rp79,76 miliar. Disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar Rp45,71 miliar, dan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) Rp30,56 miliar.

Tekanan jual juga terlihat pada PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) sebesar Rp23,17 miliar, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Rp22,23 miliar, serta PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) Rp18,20 miliar.

Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Kamis (17/9/2026).

Net Foreign Buy

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp142,67 miliar

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) - Rp39,91 miliar

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp32,58 miliar

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) - Rp30,80 miliar

PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) - Rp28,53 miliar

PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) - Rp24,89 miliar

PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) - Rp21,55 miliar

PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp20,30 miliar

PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) - Rp19,08 miliar

PT Dana Brata Luhur Tbk. (TEBE) - Rp11,67 miliar

Net Foreign Sell

PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp79,76 miliar

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp45,71 miliar

PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) - Rp30,56 miliar

PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp23,17 miliar

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp22,23 miliar

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp18,20 miliar

PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp15,90 miliar

PT Timah Tbk. (TINS) - Rp15,55 miliar

PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) - Rp8,19 miliar

PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) - Rp7,80 miliar


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Sentimen Pendorong Pelemahan Rupiah - IHSG Terkoreksi Nyaris 2%