Calon Emiten IPO Pasar Modal Lesu, Ini Penjelasan OJK

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Rabu, 16/09/2026 17:45 WIB
Foto: Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menyampaikan pemaparan dalam acara Market Outlook 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/3/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara terkait penurunan jumlah calon perusahaan tercatat atau emiten yang aman melakukan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengungkapkan, kendala calin emiten dalam pelaksanaan IPO dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk ketidakpastian geopolitik global.

"Penurunan calon perusahaan untuk melakukan IPO dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain dinamika kondisi pasar global, termasuk meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi timing perusahaan untuk melaksanakan penawaran umum," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).



Hasan mengungkapkan, per 6 September 2026 terdapat 7 perusahaan yang sedang dalam pipeline proses pendaftaran IPO, dengan perkiraan target dana maksimum sebesar Rp4,02 Triliun.

"Terdapat beberapa rencana IPO saham yang belum memperoleh persetujuan karena masih diperlukan peningkatan kualitas keterbukaan informasi," ungkapnya.

Hasan menekankan, fokus OJK tidak hanya pada pencapaian jumlah IPO, namun atas keseluruhan penghimpunan dana di pasar modal.

Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK pada PTIJK tahun 2026, OJK telah menetapkan target penghimpunan dana pada tahun 2026 sebesar Rp250 triliun. Per tanggal 6 September 2026, nilai penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp148,3 triliun.

"Dalam mencapai target dimaksud, OJK tetap senantiasa mengedepankan pada kualitas keterbukaan informasi serta kesiapan calon emiten," imbuhnya.

Hasan menambahkan, dalam rangka mengembangkan perusahaan yang akan melakukan IPO, OJK bersama dengan BEI terus melakukan sosialisasi kepada calon emiten termasuk salah satunya dengan melakukan coaching clinic di beberapa daerah di Indonesia.



(rob/rob)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Sentimen Pendorong Pelemahan Rupiah - IHSG Terkoreksi Nyaris 2%