Rekomendasi Saham Hari Ini: KLBF, ERAL, hingga CMRY

, CNBC Indonesia
Rabu, 16/09/2026 08:50 WIB
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,13% ke level 6.534,69 pada perdagangan Selasa (15/9). 

Sejumlah saham menjadi penopang indeks, dengan BREN naik 1,29%, ANTM menguat 2,51%, dan KLBF melonjak 4,76%. Sebaliknya, tekanan datang dari BYAN yang terkoreksi 8,11%, disusul BBRI turun 2,35% dan BBCA melemah 1,54%. 

Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp354,16 miliar di pasar reguler dan Rp349,28 miliar di seluruh pasar.


Dari sisi sektoral, delapan dari 11 sektor berakhir di zona merah. Sektor Industrial mencatat penurunan terdalam sebesar 1,56%, sedangkan sektor Health menjadi sektor dengan penguatan tertinggi, yakni 0,24%.

Sentimen negatif juga terlihat di pasar saham Amerika Serikat. Dow Jones turun 0,63% ke level 52.093, S&P 500 melemah 0,45% ke level 7.585, sedangkan Nasdaq terkoreksi 0,78% ke level 25.981.

Saham BYAN kembali tertekan dengan penurunan 8,11% dan memberikan pengaruh sebesar -14,67 terhadap IHSG. Koreksi berlanjut setelah force majeure terjadi pada tiga anak usahanya akibat persetujuan RKAB 2026 yang belum terbit. Kondisi tersebut memunculkan perhatian terhadap volume produksi dan kinerja keuangan perseroan.

Sejalan dengan pelemahan pasar, ETF EIDO dan indeks MSCI Indonesia masing-masing terkoreksi 1,01% dan 1,61%.

Dari sisi aksi korporasi, ada PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) yang tengah memperkuat bisnis medianya melalui kemitraan strategis dengan Republik Media Anak Bangsa (RMAB) dan Sinergi Terang Abadi (STA). Kerja sama tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem berita dan olahraga yang terintegrasi melalui televisi, radio, kanal digital, hingga layanan streaming.

Kolaborasi ini mencakup iNews Media Group, iNews TV, portofolio radio MNCN, serta sejumlah platform digital seperti Okezone, iNews, Sindonews, News+, dan IDX Channel. Secara keseluruhan, ekosistem tersebut memiliki sekitar 72 juta followers dan subscribers serta mencatat sekitar 1,8 miliar views per bulan.

Integrasi audiens tersebut menjadi bagian dari strategi MNCN dalam menghadapi penurunan monetisasi iklan sekaligus mendorong pertumbuhan pendapatan berulang. Pada semester I-2026, pendapatan MNCN tercatat turun 13,59% secara tahunan menjadi Rp3,52 triliun dari Rp4,07 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, terutama akibat penurunan pendapatan iklan.

Di sisi lain, lini konten dan subscription masih mencatat pertumbuhan, sehingga pengembangan ekosistem digital dan integrasi audiens menjadi salah satu fokus perseroan ke depan.

Sementara itu, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) turut memperkuat jaringan distribusinya melalui penambahan penyertaan modal secara bertahap sebesar Rp125 miliar kepada anak usaha terkendalinya, Macrosentra Niagaboga.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi pusat distribusi serta kebutuhan modal kerja. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi yang dikecualikan berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020, mengingat Macrosentra Niagaboga merupakan perusahaan terkendali dengan kepemilikan CMRY sebesar 99,99%.

Transaksi tersebut tidak mengubah pengendalian dan tidak menimbulkan dampak material terhadap kondisi keuangan, kegiatan operasional, maupun kelangsungan usaha CMRY.

Penguatan jaringan distribusi ini sejalan dengan pertumbuhan kinerja perseroan pada semester I-2026. Pendapatan CMRY tumbuh 25,50% secara tahunan menjadi Rp6,46 triliun dari Rp5,15 triliun. Sementara itu, laba bersih meningkat 17,88% menjadi Rp1,17 triliun dari Rp0,99 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) menyiapkan belanja modal sebesar Rp100 miliar pada 2026 setelah Rama Indonesia, bagian dari Unirama Group, menjadi pemegang saham pengendali baru melalui pengambilalihan 2,47 miliar saham perseroan.

Seiring dengan rencana belanja modal tersebut, DPUM menargetkan EBITDA tumbuh rata-rata 7,75% per tahun selama periode 2027 hingga 2030.

Pergantian pengendali terjadi ketika kinerja perseroan masih menghadapi tekanan. Pada semester I-2026, pendapatan DPUM turun 29,47% secara tahunan menjadi Rp407,53 miliar dari Rp577,82 miliar. Perseroan juga mencatatkan kerugian Rp30,98 miliar setelah terdampak kebakaran.

Dengan kondisi neraca yang masih tertekan, pemulihan kinerja DPUM akan bergantung pada dukungan pengendali baru, pelaksanaan belanja modal sebesar Rp100 miliar, serta realisasi klaim yang proses write-off-nya masih belum difinalisasi.

Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas

  • KLBF - Buy 755-765 | TP 780-790 | SL 720

KLBF Transaksi di Sini!



  • ERAL - Buy 324-328 | TP 332-336 | SL 308

ERAL Transaksi di Sini!



  • MAPI - Buy 1370-1380 | TP 1400-1420 | SL 1300

MAPI Transaksi di Sini!



  • PGEO - Buy 1040-1055 | TP 1070-1080 | SL 1000

PGEO Transaksi di Sini!



  • CMRY - Buy 4520-4540 | TP 4600-4640 | SL 4370

CMRY Transaksi di Sini!



Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

(ayh/ayh)