RATU Bidik Minimal Satu Akuisisi di 2027, Utamakan Aset Producing
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mengungkapkan rencana akuisisi. Manajemen perseroan dalam public expose mengungkapkan masih memproses sejumlah pipeline akuisisi yang tengah menjalani due diligence.
Dengan ekspektasi yang lebih konservatif serta waktu yang tersisa hanya tiga bulan di 2026, RATU menargetkan akuisisi baru akan terealisasi pada 2027, seiring rencana eksekusi private placement yang telah memperoleh persetujuan RUPS Independen. Target akuisisi pada 2027 minimal satu transaksi, dengan penekanan pada kualitas aset ketimbang kuantitas.
Terkait rencana private placement hingga 10% saham, Direktur Utama RATU Sumantri Suwarno menjelaskan bahwa dana tersebut terutama akan digunakan untuk mendukung modal kerja (working capital), mengingat Perseroan setiap tahun mendapatkan cash call. Di sisi lain, RATU juga akan terus menambah aset melalui akuisisi, dengan prioritas pada aset-aset yang sudah berproduksi dalam 2-3 tahun ke depan guna mengurangi risiko eksplorasi dan memperkuat kapabilitas keuangan perusahaan.
Direktur Adrian Hartadi menambahkan bahwa private placement ini dibutuhkan untuk memenuhi janji dalam prospektus IPO, yakni terus melakukan business development dan akuisisi atas aset-aset producing yang dapat memberi nilai tambah signifikan pada laporan laba rugi maupun neraca Perseroan.
Mengenai arah dividend payout ratio untuk tahun buku 2026, Sumantri menyatakan manajemen berkomitmen untuk selalu berupaya membayarkan dividen kepada pemegang saham sebagai bentuk terima kasih atas dukungan investor. Namun demikian, besaran rasio dividen baru dapat ditentukan pada akhir tahun buku, seiring evaluasi anggaran tahun berikutnya dan kinerja akhir tahun. Manajemen belum dapat memberikan angka pasti mengenai payout ratio tersebut.
Selanjutnya, terkait kondisi harga minyak, Sumantri menyampaikan bahwa Perseroan diuntungkan oleh situasi geopolitik global saat ini. Meski berbagai proyeksi memperkirakan harga minyak pada kuartal IV-2026 akan turun ke kisaran US$ 78-80 per barel, manajemen menilai RATU berpotensi menutup tahun 2026 dengan menikmati harga minyak yang relatif lebih tinggi dibandingkan 2025.
(fsd/fsd)