Saham BYAN Sudah Anjlok 23%, Ada Apa?

mkh, CNBC Indonesia
Kamis, 10/09/2026 11:42 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa, Pergerakan Layar IHSG di Gedung BEI Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kembali mengalami koreksi pada perdagangan hari ini, Kamis (10/9/2026).

Per pukul 11.00 WIB, saham BYAN turun 3,45% ke level 13.300. Beberapa menit setelahnya saham BYAN memangkas koreksi menjadi 2,37% ke level 13.450 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 13.650. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 446,7 triliun.

Sebagai informasi, sebelumnya saham BYAN sempat melesat tinggi ke level 17.275 atau naik 43,96% dalam empat hari perdagangan. Artinya dalam 15 hari perdagangan terakhir saham BYAN sudah anjlok 23,01%.


Saat BYAN menyentuh harga 17.000-an, beredar rumor bahwa 62,2% saham emiten milik Low Tuck Kwong tersebut akan diakuisisi Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

Sebagai gambaran, laporan kepemilikan saham BYAN per 31 Agustus 2026 menunjukkan Dato' Low Tuck Kwong menguasai 40,251% saham, sementara anaknya, yakni Elaine Low menguasai 22,002%. Jika digabungkan, kepemilikan keduanya mencapai sekitar 62,253%, sangat dekat dengan angka 62,2% yang muncul dalam rumor tersebut.

Sementara itu, berdasarkan data perusahaan, jumlah saham BYAN mencapai 33.333.335.000 saham. Jika 62,2% saham tersebut dihitung menggunakan harga penutupan BYAN pada perdagangan 18 Agustus 2026 sebesar Rp17.275 per saham, maka jumlah saham yang perlu dibeli sekitar 20,73 miliar saham.

Secara matematis nilai pembelian saham tersebut mencapai sekitar Rp358,17 triliun atau sekitar US$20,43 miliar.

Dalam perkembangan terbaru berhembus kabar pasar bahwa Haji Isam mengajukan tawaran untuk mengakusisi BYAN dengan harga jauh dari nilai pasar saat ini. 

Jika tawaran Haji Isam tersebut diambil oleh Low Tuck Kwong, maka harga akuisisi tersebut terdiskon lebih dari 80% dari harga saham BYAN 18 Agustus 2026. 

Adapun sebelumnya, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 18 Agustus 2026, Corporate Secretary BYAN Jenny Quantero menegaskan, saat ini Perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham Perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut.

"Namun pemegang saham pengendali Perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Perseroan," ungkap Jenny sebagaimana dikutip keterbukaan informasi BEI.

Terpisah, emiten terafiliasi Haji Isam PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) buka suara terkait pemberitaan mengenai rencana pengambilalihan BYAN oleh pengusaha asal Kalimantan tersebut.

Dalam tanggapannya kepada Bursa, JARR menyatakan tidak memiliki rencana untuk melakukan akuisisi atas saham BYAN. Penegasan tersebut juga berlaku bagi grup perseroan hingga tanggal penyampaian surat klarifikasi.

Perseroan juga memberikan penjelasan terkait kemungkinan adanya rencana akuisisi yang dilakukan oleh pemegang saham pengendali maupun pemilik penerima manfaat atau ultimate beneficial owner. Hingga saat ini, JARR menyatakan belum menerima konfirmasi ataupun pemberitahuan resmi terkait adanya rencana maupun informasi atau fakta material mengenai akuisisi saham BYAN.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Racikan Investasi Pengelola Dana Jumbo di Sisa Tahun 2026