Danantara Berkomitmen Beri Pelaporan Keuangan Transparan & Akuntabel
Jakarta, CNBC Indonesia - Managing Director Global Relations and Communications BPI Danantara, Pahala N Mansury memastikan bahwa laporan keuangan BPI Danantara sedang dalam tahap audit, tegaskan komitmen bahwa pelaporan akan dilaksanakan secara akuntabel. Pahala juga memastikan bahwa penyampaian kepada publik adalah kewajiban dan akan lakukan setelah seluruh proses selesai.
"BUMN saja ada lebih dari 1.070, dengan kondisi dan pelaporan yang berbeda-beda. Sehingga konsolidasi keseluruhan perusahaan tersebut menjadi satu, memastikan intercompany transaksi bisa dicatatkan sebaik-baiknya," rinci Pahala kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (7/9/2026).
Menurutnya, penyusunan laporan keuangan masing-masing perusahaan BUMN sudah selesai. Namun Pahala berharap bisa menerapkan standar Santiago Principles untuk bisa memastikan memang keseluruhan informasi yang tercantum memang memadai.
"Kami juga berharap bisa memberikan transparansi yang cukup, bukan hanya data-data keuangan, tapi praktik-praktik yang telah dilakukan. Apakah itu risk management, sustainability, governance baik di BPI, DIM, dan DAM," pungkas Pahala.
Sebelumnya, Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria menjelaskan bahwa Danantara menargetkan jumlah perusahaan di dalam ekosistem BUMN dapat dipangkas dari 1.074 menjadi 254 di akhir 2026.
Perusahaan yang tersisa diharapkan memiliki model bisnis kuat, skala usaha memadai, serta mampu menghasilkan keuntungan secara berkelanjutan.
Di tengah proses pembenahan tersebut, Dony menargetkan laba kelompok perusahaan BUMN meningkat dari kisaran Rp330 triliun menjadi Rp360 triliun pada 2026.
Target tersebut akan bergantung pada keberhasilan Danantara menyelesaikan restrukturisasi BUMN Karya, transformasi PT Pos, pembenahan dana pensiun, dan konsolidasi ratusan anak perusahaan.
Jika seluruh agenda berjalan sesuai rencana, transformasi tidak hanya mengurangi jumlah entitas. Danantara ingin membentuk perusahaan BUMN yang lebih sehat, efisien, kompetitif, dan mampu berkembang menjadi pemain global.
(dpu/dpu)