1.121 BMN Buat Sekolah Rakyat-3 Juta Rumah, Negara Hemat Triliunan!
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Evita Manthovani mengungkapkan, hingga Juli 2026 sebanyak 1.121 barang milik negara (BMN) telah termanfaatkan untuk berbagai program prioritas pemerintah.
Evita mengatakan, pemanfaatan itu menghasilkan efisiensi biaya sebesar Rp7,67 triliun, dan memperlihatkan peran pengelolaan aset dalam menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk pelaksanaan program pemerintah.
Dukungan itu kata dia berupa penggunaan 688 BMN untuk 166 unit Sekolah Rakyat. Lalu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) didukung 358 BMN berupa tanah dan/atau bangunan, dengan 134 BMN telah memperoleh persetujuan sewa.
Sementara itu, dukungan bagi program 3 Juta Rumah mencakup penetapan BMN pada 10 lokasi dengan luas 138,85 hektare.
"Pengelolaan BMN yang efektif mempercepat pelaksanaan program strategis dan menghasilkan efisiensi anggaran," kata Evita, dikutip dari keterangannya, Rabu (9/9/2026).
Optimalisasi aset yang belum digunakan ia pastikan turut mendukung penghematan belanja modal dan biaya pemeliharaan.
Pada 2027, Ditjen Kekayaan Negara menargetkan utilisasi 7.611 BMN, pengembangan empat aplikasi inti DJKN, serta penyusunan 15 rekomendasi untuk mendukung Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).
Dukungan terhadap prioritas nasional diarahkan antara lain pada penyediaan rekomendasi aset potensial untuk Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan fasilitas Program Makan Bergizi Gratis.
DJKN juga menyiapkan dukungan pengelolaan kekayaan negara bagi perumahan, kemandirian energi, hilirisasi industri, serta koperasi desa dan kelurahan. Penguatan data aset dan transformasi digital menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan dan layanan.
"Setiap aset negara yang dikelola DJKN dengan baik adalah Rupiah Fiskal yang bekerja untuk rakyat," tegas Evita.
(arj/arj)