Penyebab IHSG Naik 1% di Awal Sesi 2

mkh, CNBC Indonesia
Selasa, 08/09/2026 14:58 WIB
Foto: Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,02% ke level 6.687,03 pada perdagangan Selasa (8/9/2026). Penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar, terutama perbankan, serta penguatan hampir seluruh sektor saham.

Dengan penguatan tersebut, IHSG semakin mendekati level psikologis 6.700. Aktivitas perdagangan juga cukup ramai, dengan volume mencapai 25,08 miliar saham, nilai transaksi Rp10,02 triliun, dan frekuensi 1,592 juta kali.

Sebanyak 383 saham menguat, 241 saham melemah, sementara 339 saham stagnan.


Secara teknikal, penguatan IHSG mulai mendekati area resistance penting di sekitar 6.700. Pada perdagangan hari ini, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.696,28, atau hanya sekitar 4 poin di bawah level 6.700.

Adapun penguatan terjadi di seluruh sektor saham. Bahan baku menjadi sektor yang menguat paling besar, yakni1,57% dan diikuti finansial yang naik 1,08%.

Sektor energi menguat 0,96%, konsumer primer 0,77%, industri0,57%, kesehatan 0,52%,properti 0,50%,teknologi 0,26%, utilitas0,21%, dan konsumer non-primer 0,17%.

Sementara itu dari sisi saham, Bank Central Asia (BBCA) menjadi penopang terbesar IHSG dengan kontribusi 11,73 poin indeks. Saham BBCA berada di level 6.750.

Selain BBCA, penguatan IHSG ditopang Sinar Mas Multiartha (SMMA) dengan kontribusi 7,27 poin, Amman Mineral Internasional (AMMN) 7,17 poin, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 4,66 poin, Merdeka Copper Gold (MDKA) 3,72 poin, dan Bank Mandiri (BMRI) 3,47 poin.

Dari sisi investor asing, hingga sesi I asing mencatatkan net foreign buy sebesar Rp83,37 miliar. Nilai pembelian asing mencapai Rp2,14 triliun, sedangkan penjualan sebesar Rp2,06 triliun.

Saham BBCA menjadi saham yang paling banyak dibeli asing dengan net buy Rp112,57 miliar. Berikutnya AMMN Rp109,34 miliar dan BBRI Rp74,54 miliar. Asing juga mencatat net buy pada ENRG Rp37,88 miliar dan RATU Rp26,39 miliar.

Namun, sejumlah saham masih menjadi pemberat IHSG. BRMS menjadi penekan terbesar dengan kontribusi negatif 2,37 poin indeks, diikuti Global Digital Niaga (BELI) 1,44 poin dan Bank Negara Indonesia (BBNI) 1,05 poin.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: IHSG & Rupiah Melemah di Awal Pekan, Sentimen Ini Jadi Sebabnya