Bank Mandiri Bagi Dividen Rp6,16 T, Catat Jadwalnya!

mkh, CNBC Indonesia
Selasa, 08/09/2026 11:40 WIB
Foto: Dok Bank Mandiri

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham. Pembagian dividen ini dilakukan di tengah kinerja keuangan perseroan yang masih tumbuh solid hingga Agustus 2026.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan pembagian dividen interim tersebut mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis perseroan.

Keputusan pembagian dividen interim telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris atas keputusan Direksi Bank Mandiri pada 3 September 2026 dan disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 September 2026.


Dengan pembagian tersebut, total dividen yang dibagikan Bank Mandiri sepanjang kalender 2026 mencapai sekitar Rp50,63 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun dan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun.

"Pembagian dividen interim ini mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental Bank Mandiri ke depan sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kepercayaan para pemegang saham, termasuk investor ritel," ujar Novita dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (8/9/2026).

Dia mengatakan keputusan tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan fundamental, kecukupan modal, likuiditas, serta rasio keuangan perseroan. Dengan demikian, pembagian dividen dinilai tidak mengganggu kapasitas Bank Mandiri untuk melanjutkan ekspansi bisnis.

Optimisme tersebut ditopang oleh kinerja intermediasi Bank Mandiri yang masih tumbuh kuat. Secara bank only, penyaluran kredit hingga Agustus 2026 tercatat mencapai Rp1.592 triliun, tumbuh 17,6% secara tahunan (yoy).

Pertumbuhan kredit tersebut sejalan dengan kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 17,6% yoy menjadi Rp1.687 triliun.

Sementara itu, total aset Bank Mandiri mencapai Rp2.358 triliun pada Agustus 2026, tumbuh 20,7% yoy. Dari sisi profitabilitas, laba bersih perseroan naik 22,3% yoy menjadi Rp37,5 triliun.

Pertumbuhan bisnis tersebut juga dibarengi dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross Bank Mandiri berada di level 1,00%.

Novita menegaskan pembagian dividen interim merupakan bagian dari strategi pengelolaan permodalan Bank Mandiri yang dilakukan secara prudent dengan mempertimbangkan kebutuhan pertumbuhan bisnis sekaligus kepentingan pemegang saham.

"Bank Mandiri memiliki kapasitas memadai untuk membagikan dividen sekaligus melanjutkan ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif," ujarnya.

Adapun dividen interim akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan atau recording date yang telah ditetapkan perseroan.

Cum dividend di Pasar Reguler dan Negosiasi ditetapkan pada 15 September 2026, sedangkan ex dividend pada 16 September 2026.

Sementara itu, cum dividend di Pasar Tunai ditetapkan pada 17 September 2026 dan ex dividend pada 18 September 2026. Recording date ditetapkan pada 17 September 2026, sedangkan pembayaran dividen dijadwalkan pada 2 Oktober 2026.

Bank Mandiri menyatakan pembagian dividen interim tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: BEI Berencana Hapus Batas Harga Minimum Rp 50 Per Saham