Abu Vulkanik Anak Krakatau Dorong Penguatan Saham Kesehatan
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham sektor kesehatan bergerak dominan di zona hijau pada perdagangan sesi I, Senin (7/9/2026), meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berakhir melemah 0,12% ke level 6.628,19.
Berdasarkan data perdagangan hingga penutupan sesi I, dari total 38 emiten sektor kesehatan, sebanyak 28 saham menguat, 6 saham stagnan, dan hanya 4 saham yang melemah.
Penguatan sektor kesehatan juga tercermin dari kinerja sektoral yang naik 1,42%, menjadi salah satu sektor dengan kenaikan tertinggi pada sesi I. Sebagai pembanding, IHSG terkoreksi 8,29 poin atau 0,12%.
Sejumlah saham kesehatan mencatatkan kenaikan signifikan. PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) menjadi saham dengan penguatan terbesar, yakni 34,72% ke Rp97.
Kemudian PT Soho Global Health Tbk (SOHO) melonjak 24,90% ke Rp1.505, disusul PT Haloni Jane Tbk (HALO) yang naik 24,64% ke Rp86.
Penguatan besar lainnya dicatatkan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang melesat 21,59% ke Rp535, PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) naik 18,79% ke Rp196, dan PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) menguat 16,18% ke Rp79.
Saham kesehatan lainnya yang juga menguat antara lain OBAT sebesar 12,17%, IRRA 11,76%, SURI 7,50%, PEHA 8,44%, PRIM 7,69%, PYFA 6,52%, OMED 6,45%, CHEK 3,73%, RSCH 5%, DGNS 5,30%, dan SILO 3,74%.
Sementara itu, beberapa saham kesehatan masih bergerak stagnan, seperti INAF, DVLA, MTMH, PRAY, SCPI, dan SIDO.
Adapun empat saham yang melemah adalah SRAJ turun 1,13%, RSGK terkoreksi 1,06%, CARE anjlok 4,39%, serta PRDA turun 0,35%.
Penguatan saham-saham kesehatan tersebut terjadi di tengah perhatian pasar terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan potensi penyebaran abu vulkanik.
Kondisi tersebut dapat menjadi sentimen jangka pendek bagi emiten kesehatan, khususnya yang memiliki eksposur pada produk masker, obat-obatan pernapasan, dan produk kesehatan terkait.
Di sisi lain, IHSG pada sesi I tetap berada di zona merah lantaran tekanan dari sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama sektor keuangan. Saham BBCA, BBRI, dan BMRI menjadi tiga pemberat utama indeks pada perdagangan sesi I.
(mkh/mkh)