BI Catat Uang Primer Rp2.281 Triliun, Tumbuh 16,3% pada Agustus

chd, CNBC Indonesia
Senin, 07/09/2026 10:48 WIB
Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mencatat Uang Primer (M0 Adjusted) pada Agustus 2026 mencapai Rp2.281,5 triliun atau tumbuh 16,3% secara tahunan (year on year/yoy).

Meski masih tumbuh dua digit, laju pertumbuhan uang primer tersebut sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 17,1% (yoy).

BI menjelaskan perkembangan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia yang tetap kuat. Pada Agustus 2026, giro bank umum di BI (adjusted) tumbuh 19,0% (yoy).


Selain itu, uang kartal yang beredar di masyarakat juga masih menunjukkan peningkatan sebesar 12,9% (yoy).

"Uang Primer (M0) Adjusted pada Agustus 2026 tumbuh 16,3% (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada Juli 2026 sebesar 17,1% (yoy) sehingga tercatat sebesar Rp2.281,5 triliun," tulis BI dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).

Bank sentral menjelaskan perhitungan pertumbuhan M0 adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas yang menjadi bagian dari kebijakan pengendalian moneter.

Dari sisi faktor pendorong, pertumbuhan giro bank umum di BI yang mencapai 19,0% (yoy) mencerminkan kondisi likuiditas perbankan yang masih memadai. Sementara itu, pertumbuhan uang kartal yang tetap berada di kisaran dua digit menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai masih relatif tinggi.

Patut dipahami, perkembangan uang primer menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pelaku pasar karena mencerminkan kondisi likuiditas di sistem keuangan serta efektivitas transmisi kebijakan moneter Bank Indonesia.


(chd/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pasar Nilai Target Ekonomi 6% di 2027 "Sangat" Optimistis