IHSG Naik 1%, Ditopang Asing Serok Saham Bank Jumbo

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Jumat, 04/09/2026 07:00 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp1,07 triliun di pasar saham Indonesia pada perdagangan Kamis (3/9/2026). Aksi tersebut terjadi seiring penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,09% ke level 6.667,89.

Berdasarkan data perdagangan, nilai pembelian saham oleh investor asing mencapai Rp6,218 triliun, sedangkan nilai penjualan sebesar Rp5,149 triliun. Dengan demikian, terjadi net buy sebesar Rp1,069 triliun, dengan total nilai transaksi asing mencapai Rp11,366 triliun.

Bank Mandiri (BMRI) menjadi saham yang paling banyak diborong asing dengan net buy mencapai Rp471,4 miliar. Posisi berikutnya ditempati Bank Central Asia (BBCA) dengan Rp207,1 miliar.


Menariknya, saham perbankan kembali mendominasi daftar pembelian asing. Selain BMRI dan BBCA, Bank Negara Indonesia (BBNI) juga mencatat net buy Rp87,4 miliar, sementara Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mencatat net buy Rp35,1 miliar.

Jika digabung, empat bank jumbo tersebut mencatat net buy asing sekitar Rp801 miliar, atau sekitar 75% dari total net buy asing pada perdagangan kemarin.

Di luar perbankan, investor asing juga memburu saham Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dengan net buy Rp131,9 miliar, Aneka Tambang (ANTM) Rp109 miliar, Alamtri Resources Indonesia (ADRO) Rp95 miliar, dan Chandra Asri Pacific (TPIA) Rp94 miliar.

Aksi beli juga terlihat pada Erajaya Swasembada (ERAA) sebesar Rp83,2 miliar, Astra International (ASII) Rp64,2 miliar, serta Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Rp57,2 miliar. Data perdagangan tersebut menunjukkan daftar 10 saham dengan net buy terbesar asing.

10 Saham Net Buy Terbesar Asing

  1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp471,4 miliar
  2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp207,1 miliar
  3. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) - Rp131,9 miliar
  4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Rp109 miliar
  5. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Rp95 miliar
  6. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) - Rp94 miliar
  7. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) - Rp87,4 miliar
  8. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) - Rp83,2 miliar
  9. PT Astra International Tbk (ASII) - Rp64,2 miliar
  10. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) - Rp57,2 miliar

Di sisi lain, sejumlah saham justru menjadi sasaran jual asing. Buana Lintas Lautan (BULL) mencatat net sell terbesar sebesar Rp97,3 miliar, disusul Bumi Resources (BUMI) Rp88 miliar dan Petrosea (PTRO) Rp84,8 miliar.

Tekanan jual juga terjadi pada Kota Satu Properti (KOTA) Rp82,5 miliar, Bumi Resources Minerals (BRMS) Rp65,3 miliar, serta Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) Rp57,1 miliar.

Selanjutnya, asing mencatat net sell pada Indosat (ISAT) Rp56 miliar, Merdeka Gold Resources (EMAS) Rp51 miliar, Intermedia Capital (MDIA) Rp45 miliar, dan Nusantara Sawit Sejahtera (NSSS) Rp28 miliar.

10 Saham Net Sell Terbesar Asing

  1. PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) - Rp97,3 miliar
  2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Rp88 miliar
  3. PT Petrosea Tbk (PTRO) - Rp84,8 miliar
  4. PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) - Rp82,5 miliar
  5. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) - Rp65,3 miliar
  6. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) - Rp57,1 miliar
  7. PT Indosat Tbk (ISAT) - Rp56 miliar
  8. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) - Rp51 miliar
  9. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) - Rp45 miliar
  10. PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) - Rp28 miliar

Sementara itu pada perdagangan kemarin Indeks Harga Saham Gabungan melesat naik 1,09% ke level 6.667,89. Sebanyak 415 saham naik, 228 turun, dan 320 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 18,6 triliun, melibatkan 39,3 miliar saham dalam 2,47 juta kali transaksi. 


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: IHSG Gamang Sambut Badai Sentimen-Rupiah Melemah Lawan Dolar AS