Asing Net Buy Rp554 Miliar di Sesi I, Borong Saham Blue Chip

Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 03/09/2026 14:40 WIB
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada perdagangan Kamis (3/9/2026), setelah sehari sebelumnya ditutup melemah tipis, ditopang kinerja saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).

Berdasarkan data IDX Mobile, pada pukul 12.00 WIB IHSG naik 67,78 poin atau 1,03% ke level 6.663,56, dari penutupan sebelumnya di 6.595,78. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp9,96 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 23,56 miliar saham dan frekuensi 1,45 juta kali transaksi.


Nyaris seluruh sektor menguat, dengan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh sektor properti, energi, dan barang baku, sementara hanya sektor konsumer non primer yang melemah. Emiten big caps seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) tercatat menjadi penopang utama kinerja IHSG hari ini.

Sejalan dengan penguatan indeks tersebut, berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing tercatat membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) yang cukup besar, yaitu Rp554,48 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini.

Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp5,41 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp2,98 triliun dan foreign sell Rp2,43 triliun.

Perburuan asing terbesar tertuju pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan nilai net buy mencapai Rp270,59 miliar, sejalan dengan saham BMRI yang menjadi penopang terbesar IHSG hari ini. Di posisi berikutnya terdapat PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) senilai Rp116,33 miliar, disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp71,03 miliar.

Selain itu, investor asing juga memborong PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) sebesar Rp57,73 miliar, PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) Rp54,00 miliar, serta PT Astra International Tbk. (ASII) Rp53,75 miliar yang juga berkontribusi sebagai penopang indeks hari ini.

Di sisi lain, aksi jual asing terbesar terjadi pada PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) dengan nilai mencapai Rp82,89 miliar. Disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) sebesar Rp48,61 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Rp43,62 miliar.

Tekanan jual juga terlihat pada PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA) sebesar Rp40,09 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Rp38,12 miliar, serta PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) Rp33,71 miliar.

Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Kamis (3/9/2026).

Net Foreign Buy

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp270,59 miliar

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) - Rp116,33 miliar

PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) - Rp71,03 miliar

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) - Rp57,73 miliar

PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) - Rp54,00 miliar

PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp53,75 miliar

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp44,16 miliar

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) - Rp43,33 miliar

PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) - Rp40,68 miliar

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) - Rp29,92 miliar

Net Foreign Sell

PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) - Rp82,89 miliar

PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp48,61 miliar

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp43,62 miliar

PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA) - Rp40,09 miliar

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp38,12 miliar

PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) - Rp33,71 miliar

PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA) - Rp22,96 miliar

PT Indosat Tbk. (ISAT) - Rp22,08 miliar

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) - Rp21,53 miliar

PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp15,83 miliar


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

Video; Tarik Dana Asing, Pasar Modal RI Masih Butuh Katalis Positif