MARKET DATA

SMGR Mau Merger 7 Anak Usaha, Bakal Dilebur keSID

mkh,  CNBC Indonesia
02 September 2026 07:30
Dok Semen Indonesia Group
Foto: Dok Semen Indonesia Group

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG menyiapkan restrukturisasi sejumlah anak usaha dengan menggabungkan tujuh perusahaan ke dalam PT Semen Indonesia Distributor (SID).

Rencana tersebut merupakan bagian dari penataan struktur usaha perseroan. Berdasarkan dokumen korporasi yang menjadi bagian dari laporan keuangan interim SMGR, perseroan bersama sejumlah anak usaha telah menandatangani Perjanjian Penggabungan Bersyarat pada 21 Agustus 2026.

Tujuh anak usaha yang akan digabungkan ke SID terdiri dari PT Semen Kupang Indonesia, PT Semen Indonesia International, PT Bima Sepaja Abadi, PT Bima Sepaja Abadi Logistik, PT Sepatim Batamtama, PT Sinergi Informatika Semen Indonesia, dan PT Sinergi Mitra Investama.

Dalam skema tersebut, SID akan bertindak sebagai perseroan penerima penggabungan, sedangkan tujuh perusahaan tersebut menjadi perseroan yang menggabungkan diri.

Penggabungan ini ditujukan untuk menata dan memperkuat portofolio usaha distribusi bahan bangunan yang lebih terintegrasi. Dengan konsolidasi tersebut, SIG juga dapat menyederhanakan struktur anak usaha yang selama ini menjalankan sejumlah fungsi secara terpisah.

Selain tujuh perusahaan yang akan dilebur ke SID, SMGR juga menyiapkan penggabungan tiga anak usaha lainnya ke PT Varia Usaha Beton (VUB).

Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Semen Indonesia Beton, PT Solusi Bangun Beton, dan PT Readymix Concrete Indonesia. Dengan demikian, total terdapat 10 anak usaha yang direncanakan bergabung ke dua entitas penerima, yakni SID dan VUB.

Untuk merger tujuh anak usaha ke SID, prosesnya masih harus melalui sejumlah tahapan sebelum dinyatakan efektif.

Berdasarkan jadwal indikatif dalam rancangan penggabungan, publikasi ringkasan rancangan penggabungan serta pemberitahuan kepada karyawan dilakukan pada 1 September 2026. Selanjutnya, kreditur diberikan kesempatan menyampaikan keberatan hingga 15 September 2026.

Persetujuan korporasi pada tingkat pemegang saham dan kreditur ditargetkan selesai pada 18 September 2026. Setelah itu, keputusan sirkuler pemegang saham dari tujuh entitas yang menggabungkan diri dan penandatanganan Akta Penggabungan ditargetkan berlangsung pada 1 Oktober 2026.

Rencana penggabungan tersebut masih bergantung pada pemenuhan persyaratan dan persetujuan regulator, termasuk persetujuan Menteri Hukum atas perubahan anggaran dasar SID.

Dari sisi ketenagakerjaan, penggabungan ini pada prinsipnya tidak ditujukan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja. Hubungan kerja karyawan dari perusahaan yang menggabungkan diri akan beralih dan tetap berlangsung di bawah SID, dengan masa kerja serta hak dan kewajiban pekerja tetap diperhatikan.

Setelah penggabungan efektif, SID akan melakukan harmonisasi persyaratan kerja dan kebijakan sumber daya manusia secara bertahap.

Langkah konsolidasi ini menjadi bagian dari agenda SIG untuk melakukan streamlining terhadap struktur anak usaha sekaligus memperkuat integrasi bisnis distribusi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan usaha di dalam grup.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Laba Semen Indonesia (SMGR) Meroket 5 Kali Lipat Sentuh Rp228,25 M


Most Popular
Features