IHSG Balik Arah di Akhir Perdagangan, Ditutup Naik 0,11%

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Senin, 31/08/2026 16:36 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (31/8/2026) dengan penguatan tipis di tengah tingginya volatilitas pasar. Pergerakan indeks dibayangi aksi penyesuaian portofolio menjelang efektifnya rebalancing MSCI.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup naik 7,36 poin atau 0,11% ke level 6.525,48. Indeks sempat tertekan hingga menyentuh level terendah 6.476,18, sebelum berbalik menguat dan mencapai level tertinggi 6.528,10.

Penguatan IHSG ditopang sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama sektor keuangan. Berdasarkan kontribusi terhadap indeks, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi penopang terbesar dengan sumbangan 9,32 poin.


Selain BBRI, sejumlah saham yang turut memberikan kontribusi positif antara lain PT Alami Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebesar 3,24 poin, PT Merdeka Gold Resources Tbk (BRMS) 2,97 poin, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) 2,81 poin, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) 2,20 poin.

Selain sektor keuangan, industrial tercatat naik 0,5%, konsumer non-primer 0,42%, serta konsumer primer 0,22%.

Sebaliknya, sejumlah sektor masih berada di zona merah. Kesehatan menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yakni 2,35%, disusul utilitas 0,88%, teknologi 0,67%, energi 0,27%, dan properti 0,20%.

Tekanan terhadap indeks terutama datang dari sejumlah saham seperti PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang mengurangi 8,67 poin IHSG, diikuti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 3,59 poin, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) 3,52 poin, dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) 3,41 poin.

Aktivitas perdagangan juga melonjak. Total volume transaksi mencapai 48,93 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp24,72 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 2,37 juta kali.

Sebanyak 413 saham menguat, sementara 245 saham melemah dan 305 saham lainnya stagnan.

Sementara itu, pada sesi pertama, investor asing masih mencatatkan net buy Rp183,56 miliar, dengan nilai pembelian Rp2,95 triliun dan penjualan Rp2,77 triliun. BBRI menjadi saham yang paling banyak dibeli asing dengan net buy Rp163,98 miliar.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video; Tarik Dana Asing, Pasar Modal RI Masih Butuh Katalis Positif