IHSG Sesi 1 Nyaris Stagnan, Bertahan di Level 6.500-an

mkh, CNBC Indonesia
Senin, 31/08/2026 12:50 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir nyaris tidak bergerak pada akhir perdagangan sesi I, Senin (31/8/2026). IHSG ditutup di level 6.517,24, turun tipis 0,88 poin atau 0,01% dari posisi penutupan akhir pekan lalu.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG sempat bergerak cukup volatil pada sesi I. Indeks dibuka di level 6.511,11, kemudian sempat jatuh ke level terendah di 6.476,18.

Aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan volume mencapai 25,65 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp10,31 triliun dengan frekuensi mencapai 1,38 juta kali transaksi.


Meskipun IHSG berakhir tipis di zona merah, mayoritas saham bergerak menguat. Tercatat sebanyak 410 saham naik, 242 saham turun, sementara 311 saham lainnya stagnan.

Dari sisi sektoral, penguatan dipimpin industri yang naik 0,93%. Selanjutnya sektor konsumer non-primer menguat 0,83%, disusul sektor keuangan yang naik 0,75%.

Sebaliknya, sektor kesehatan menjadi pemberat utama IHSG dengan anjlok 2,39%. Sektor barang baku juga turun 1,02%, teknologi melemah 0,54%, energi turun 0,35%, serta konsumer primer terkoreksi 0,18%.

Dari jajaran saham penggerak indeks, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi penopang terbesar dengan kontribusi 7,77 poin terhadap IHSG. BBRI ditutup di level Rp3.240 atau naik 0,12%.

Di belakangnya terdapat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan kontribusi 2,46 poin dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 2,35 poin.

Sementara itu, tekanan terbesar datang dari PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang mengurangi IHSG sebesar 9,98 poin. Disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 4,75 poin dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 4,04 poin.

Pergerakan IHSG pada sesi I terjadi di tengah pasar yang menanti potensi lonjakan transaksi pada sesi II menjelang penutupan perdagangan hari ini. Pasalnya, perubahan susunan indeks MSCI akan efektif mulai 1 September 2026 dan penyesuaian portofolio berpotensi terkonsentrasi pada perdagangan penutupan Senin.

Sebagai gambaran, IHSG pada pekan lalu bergerak fluktuatif. Setelah ditutup di 6.501,67 pada Senin (24/8), indeks merosot 1,48% pada Rabu (26/8), sebelum berbalik melonjak 1,81% pada Kamis (27/8). Pada Jumat (28/8), IHSG terkoreksi tipis 0,06% ke 6.518,12.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (31/8/2026) dibayangi sejumlah sentimen global dan domestik. Pelaku pasar akan mencermati potensi lonjakan transaksi seiring implementasi perubahan indeks MSCI pada penutupan perdagangan hari ini, sekaligus menyerap dampak pidato hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole.

Salah satu sentimen utama hari ini adalah rebalancing MSCI. Perubahan konstituen hasil evaluasi Agustus 2026 akan efektif pada 1 September dan dieksekusi pada penutupan perdagangan Senin. GOTO dan CPIN keluar dari MSCI Global Standard Index, dengan CPIN turun ke MSCI Small Cap, sementara GOTO juga dikeluarkan dari MSCI Indonesia IMI.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Hasil Rebalancing MSCI Dirilis, IHSG Anjlok Lebih Dari 1%